Cahaya Baru Dewa Budjana

Moment Idul Adha merupakan hari yang pas bagi gitaris Dewa Budjana untuk melaunching album barunya berjudul “NAURORA”.

” NAURORA sendiri merupakan gabungan dari kata New dan Aurora, kurang lebih bermakna ragam cahaya yang baru. Harapannya adalah kita akan menemukan cahaya yang penuh warna setelah kita melewati masa gelap ini,” ucap Dewa Budjana dalam siaran persnya pada Senin (19/7/2021).

Seperti sebelumnya yang selalu menggabungkan dua kata (Dawai in Paradise, Zentuary, Mahandini, Joged Kahyangan, Kmalasana, Swarna Jingga), Dewa Budjana dalam album terbarunya juga tetap mencoba dengan faham “gotak gatik gatuk”. Alhasil di dalam album terbaru ini genre musik yang sama dengan sebelumnya tetap bisa Anda dengarkan.

Terkait dengan lagunya,  Lima komposisi yang ada di album Naurora adalah kosmik warna-warna yang Budjana rasakan dan terlahir dari interpretasi akan situasi kondisi alam saat ini. Lewat melodi dan harmoni. 3 (tiga) lagu dalam bentuk single sudah dirilis mulai akhir tahun lalu: Oktober 2020 (Kmalasana), Desember 2020 (Blue Mansion), menyusul Maret 2021 (Swarna Jingga) dan kali ini dalam bentuk album penuh dengan penambahan 2 (dua) lagu yang berjudul “Sabana Shanti” dan “Naurora”.

Proses rekaman Naurora sudah dimulai sejak Agustus 2020. Lantaran situasi pandemi maka semua rekaman dilakukan dengan cara remote dan bertahap, dan setiap lagu melibatkan personel yang berbeda-beda. Kebiasaan yang sangat berbeda dari album-album Budjana sebelumnya yang selalu dilakukan dengan cara live recording bersama dalam satu ruangan.

Melibatkan musisi Kelas Dunia
Yang menarik dalam album terbaru Dewa Budjana adalah keterlibatan musisi-musisi kelas dunia. Kali ini nama yang terlibat adalah:

– Simon Phillips (drummer Toto, The Who, Mick Jagger, Judast Priest, Jeff Beck)

– Dave Weckl (drummer Chic Corea electric band, Mike Stern)

– Jimmy Johnson (session bassist James Taylor, Allan Holdsworth)

– Ben Williams (bassist Pat Metheny)

– Carlitos Del Puerto ( bassist Chic Corea, Herbie Hancock, Quincy Jones, Bruce Springteen)

– Gary Husband (keys / drummer Allan Holdsworth, John Mc Laughlin, Level 42)

– Joey Alexander (piano prodigy)

– Mateus Asato (salah satu gitaris dunia yang sangat dikenal lewat media sosial)

– Imee Ooi (komposer / singer yang sangat dikenal untuk musik Budhis)

– Paul McCandless (legendary sax player, dari group Oregon).

Dani Rahadian, CEO dari Mehsada berharap “Naurora” bisa memberi energi saat masa sekarang ini. “Kami berharap album ‘Naurora’ bisa menjadi teman bagi banyak orang dalam kondisi yang susah ini dan bisa dinikmati lewat beragam layanan musik streaming.”

Seperti visi dan misi dari Mehsada sebagai label rekaman di Indonesia, yaitu berkomitmen rilisan musiknya bisa memberikan nilai-nilai kedamaian serta ketenteraman kepada semua orang dan membangkitkan kembali kesyahduan di jagat musik Indonesia.

Selain CD dan format digital, album Naurora akan segera hadir dalam format kaset dan piringan hitam (vinyl).(Hs.Foto.dok.Manajemen Dewa Budjana)

Related posts