Cara Bijak Belanja Online Tanpa Lupa Menabung

LuwuUtara,Gpriority-Kebablasan itulah istilah yang tepat menggambarkan kehidupan sebagian masyarakat Indonesia. Bagaimana tidak di saat pandemi tengah berlangsung, orang yang dimaksud tersebut terus berbelanja online tanpa sempat menabung akibatnya mereka selalu kehabisan uang di akhir bulan. Agar kejadian tersebut tidak berlarut-larut, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo, Siberkreasi dan Dyandra Promosindo menggelar Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi, dengan tema  “Bagaimana Berbelanja Online dengan Dompet Digital.”

Dalam program yang dipusatkan di Luwu Timur pada 10 Juni 2021 menghadirkan  empat narasumber yang terdiri dari Rizky Wijaya selaku praktisi digital; Ahmad Rifai Saputra selaku Sekjen BEM IAIN Palopo; Aisyah Nirwana selaku selebgram; dan Imal selaku anggota SAFEnet. Adapun yang bertindak sebagai moderator adalah Shinta Pram selaku praktisi PR. Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi menargetkan peserta sebanyak 57.550 orang.

Pemateri pertama, Rizky Wijaya, menyampaikan presentasi “Digital Skill: Cara Menggunakan Dompet Digital dalam Transaksi Elektronik.” Ia menjelaskan, dompet digital memiliki beberapa keunggulan, yaitu lebih praktis, mudah digunakan, keamanan terjamin, mudah mengakses riwayat pembelian, serta mengurangi penyebaran virus Covid-19 karena minim kontak. Meskipun demikian, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan kala menggunakan dompet digital. “Buat kata sandi yang aman, rahasiakan kode OTP, rutin monitor saldo beserta riwayat transaksi, dan pilihlah dompet digital yang terpercaya,” ujar Rizky. 

Beranjak ke narasumber kedua, Ahmad Rifai Saputra, mempresentasikan materi “Digital Ethics: Memahami Aturan Bertransaksi di Dunia Digital.” Menurut Rifai, kehidupan manusia modern tidak bisa lepas dari teknologi, salah satunya adalah belanja daring. Namun, ia mengingatkan agar masyarakat jeli dalam menentukan prioritas kebutuhan ketika belanja daring supaya tidak boros. “Kemudahan transaksi dan penyediaan produk yang lengkap membuat masyarakat tergiur belanja daring. Akan tetapi, budaya belanja daring ini sangat rentan membuat masyarakat lupa budaya menabung,” tuturnya. 

Menyambung paparan Rifai, Aisyah Nirwana, menyampaikan presentasi ‘‘Digital Culture: Pilih Mana, Menabung atau Berbelanja Online.” Ia mengakui bahwa belanja daring sangat menarik, apalagi ketika ada promo besar-besaran. Namun, menabung juga penting untuk investasi masa depan. “Menabung adalah salah satu cara menghindari sifat konsumtif sekaligus melatih diri membuat keputusan antara keinginan dan kebutuhan. Kalau hanya keinginan, lebih baik uangnya ditabung,” kata Aisyah.

Pembicara terakhir, Imal, menyampaikan paparan berjudul “Digital Safety: Main Aman saat Belanja Online.” Ia menuturkan, internet memang menyajikan berbagai kemudahan. Namun, ada ancaman yang harus diwaspadai. Dalam catatan Imal, pada periode Januari-November 2020 ada 4.250 laporan kejahatan siber di Indonesia. “Untuk menghindari efek negatif internet, kita perlu melindungi diri. Salah satunya,  jangan berbagi tautan atau informasi yang belum jelas,” pesannya. 

Setelah pemaparan materi oleh semua narasumber, kegiatan tersebut dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang dipandu moderator. Terlihat antusiasme dari para peserta yang mengirimkan banyak pertanyaan kepada para narasumber. Panitia memberikan uang elektronik senilai masing-masing Rp 100.000 bagi sepuluh penanya terpilih.

Program Literasi Digital mendapat apresiasi dan dukungan dari banyak pihak karena menyajikan konten dan informasi yang baru, unik, dan mengedukasi para peserta. Kegiatan ini disambut positif oleh masyarakat Sulawesi. 

Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi akan diselenggarakan secara virtual mulai dari Mei 2021 hingga Desember 2021 dengan berbagai konten menarik dan  materi yang informatif yang disampaikan narasumber terpercaya. Bagi masyarakat yang ingin mengikuti sesi webinar selanjutnya, informasi bisa diakses melalui https://www.siberkreasi.id dan akun sosial media @Kemenkominfo dan @siberkreasi, serta @siberkreasisulawesi khusus untuk wilayah Sulawesi.(Hs.Foto.dok.Dyandra Promosindo)

 

Related posts