Diharapkan World Water Forum Ke-10 Bermafaat Bagi Masyarakat Bali

Jakarta, GPriority.co.id – Indonesia menjadi tuan rumah penyelenggaraan Forum Air Dunia atau World Water Forum (WWF) Ke-10. Diharapkan, forum air terbesar di dunia ini dapat dirasakan manfaatnya bagi masyarakat provinsi yang dilibatkan yakni, Provinsi Bali.

“Event-event penting di suatu daerah, termasuk di Bali, tidak boleh terpisah dengan masyarakatnya. Artinya, masyarakat harus mendapatkan manfaat,” kata Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra saat Konferensi Pers “Persiapan Bali sebagai Tuan Rumah WWF Ke-10” secara daring, Selasa (7/5).

Seperti pelibatan pemuda, Indra menjelaskan bahwa kehadiran pemuda Bali untuk menciptakan suasana kondusif, sehingga tidak mengganggu dan menodai citra Bali selama penyelenggaraan WWF.

Tidak hanya itu, pemuda juga dilibatkan dalam forum diskusi mengenai air untuk kesejahteraan bersama. Pemerintah Provinsi Bali telah mengundang perguruan tinggi untuk ikut dalam forum diskusi terbuka yang akan digelar bersamaan dengan rangkaian WWF Ke-10.

“Sehingga mereka tidak hanya menjadi penonton sebuah event di Bali, tapi mereka ikut berpartisipasi, bahkan mereka mendapatkan knowledge (pengetahuan) dari event yang sangat penting ini,” tuturnya.

Kemudian UMKM, Indra mengatakan dilibatkan di beberapa segi. Misalnya, dari segi transportasi, pemerintah setempat memprioritaskan pelaku bisnis transportasi di Bali untuk memenuhi kebutuhan alat transportasi.

Lalu, lanjutnya, hotel dan restoran yang akan menyajikan hidangan untuk delegasi WWF juga didorong untuk menggunakan produk-produk pertanian lokal.

“Boleh menggunakan produk dari luar, sepanjang tidak tersedia di Bali. Jadi, kalau masih tersedia di Bali, gunakan, serap ini semua, sehingga mereka bisa merasakan manfaat,” kata Indra.

Tidak hanya itu, UMKM juga dioptimalkan untuk memasok cenderamata. Indra menegaskan cenderamata yang akan dibawa pulang oleh delegasi WWF Ke-10 berasal dari pelaku industri kerajinan di Pulau Dewata.

“Kemudian dalam setiap event besar, itu selalu ada ruang di mana peserta akan menghadiri tempat-tempat pameran, di situ aneka produk UMKM Bali dipajangkan. Itu selalu tersedia,” ucapnya.

Pameran produk UMKM lokal yang sudah dikurasi juga bakal dipajang di Nusa Dua, tempat WWF tahun ini dihelat. “Kita harus menghubungkan antara aktivitas ekonomi masyarakat dan event penting pariwisata,” katanya memungkasi.

Foto: Screenshot Konferensi Pers Persiapan WWF 2024