DPR RI Minta OJK Tindak Tegas Pinjol Ilegal

Anggota Komisi XI DPR RI Achamad Hafisz Tohir mengungkapakan beberapa belakangan ini, dirinya kerap mendapatkan laporan adanya kasus pinjaman online (pinjol). Maraknya pinjaman pinjol yang berujung pada terror dinilai dampak dari lemahnya Otoritas Jasa Keuangan (OJK). OJK diminta segera mengambil Langkah tegas untuk melindungi masyarakat terhadap aksi pinjol tersebut.

Dalam keterangan pers DPR RI Senin (21/6/2021) Wakil Ketua Umum PAN ini menjelaskan lambatnya respons terhadap kejahatan pinjaman online seperti ini sangat meresahkan karena bisa mengancam rasa aman dan ketenangan masyarakat. Bukan hanya itu, Hafisz menyebutkan hal lain yang juga tak kalah mengerikan dari terror pesan dan telepon adalah bagaimana data seorang warga negara bisa disebarkan seenaknya oleh Pinjol Ilegal.

Salah satu kasus pinjol bernama KSP Rupiah Petir Pro telah meneror seseorang yang nomor ponselnya dijadikan penjamin dalam pinjol. Adalah Dian Siregar yang setiap hari menerima pesan di ponselnya dengan nada penuh ancaman. Bahkan, pmeilik pinjol mengancam akan menyebarkan data pribadinya bila tak segera melunasi utangnya.

Beberapa cara penagihan pinjaman online illegal yang sering dilakukan seperti meneror melalui panggilan telepon setiap hari, menghubungi keluarga, teman dan kerabat yang ada di data kontak ponsel, menyebar foto nasabah hingga intimidasi dengan mengirim pesan singkat (SMS).
“Indonesia adalah negara hukum, maka siapapun yang mengancam pribadi dapat dikenakan pasal pidana” tegas Hafizh.

Hafizh mengungkapkan “Kebocoran data seharusnya tak boleh terulang lagi. Data yang bocor bisa digunakan oleh pelaku kejahatan seperti melakukan fishing pada data yang sensitife seperti kartu kredit, Otoritas bertanggung jawab harus segera mengambil Langkah tegas untuk melindungi warga negara”.
Ditambahkan Hafizh, maraknya ancaman pinjol dengan menyebarkan data pribadi masyarakat, akan membuat takut para investor asing yang ingin masuk ke Indonesia.(sof.Foto.dok.DPRRI)

Related posts