Dukung KBLBB Gubernur Ali Mazi Resmikan SPKLU Pertama di Sultra

Sebagai wujud dari cita-cita Presiden Joko Widodo yakni percepatan program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) sekaligus mendukung penurunan impor BBM dan ketahanan energi nasional khususnya di wilayah Indonesia Timur, PT PLN (Persero) membangun 6 Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di 6 wilayah termasuk Kendari yang terletak di Sulawesi Tenggara (Sultra).


Kini ke-6 SPKLU sudah selesai dibangun, dan pada Senin 17 Januari 2021 secara serentak diresmikan oleh Gubernur di masing-masing Provinsi. Untuk Kendari, SPKLU diresmikan oleh Gubernur Sultra, H. Ali Mazi, S.H. dan disaksikan secara langsung oleh Wali Kota Kendari Sulkarnain Kadir, Bupati Konawe Utara H. Ruksamin, Para Pimpinan Tinggi Pratama, Manager Unit Pelaksana Layanan Pelanggan (UP3) PLN, dan pimpinan distributor kendaraan bermotor, serta komunitas kendaraan bermotor listrik yang ada di Sulawesi Tenggara. Adapun lokasi peresmiannya adalah Kantor PLN Wua-Wua, Kendari, Sultra.


Dalam sambutannya Gubernur Ali Mazi mengatakan, SPKLU hadir di Sultra dengan tujuan untuk meningkatkan ketahanan energi nasional serta mengurangi ketergantungan impor BBM,yang akan berdampak positif dan mengurangi tekanan pada neraca pembayaran impor BBM serta mewujudkan kualitas energi bersih dan ramah lingkungan sesuai Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2019.


“Selain itu tujuan lainnya adalah untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat luas yang memiliki kendaraan bermotor baik roda 2 maupun roda 4 dengan kekuatan tenaga listrik untuk mengisi baterai kendaraan,” jelas Ali Mazi.


Sekedar informasi pada 27 Februari tahun lalu, Ali Mazi telah melaunching penggunaan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai di Sultra.


Lebih lanjut dikatakan Ali Mazi, terpilihnya Kendari yang merupakan bagian dari wilayah Sultra sebagai salah satu lokasi SPKLU bukan tanpa alasan. Karena beberapa waktu yang lalu, Ali Mazi telah mempresentasikan tentang perencanaan estimasi pengunaan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai dalam lima tahun ke depan. Keyakinan ini cukup beralasan, mengingat banyak sekali komunitas kendaraan bermotor listrik yang bermunculan di Sultra.


“Jadi cukup jelas bukan, kenapa Sultra harus memiliki SPKLU. Dengan adanya SPKLU ini maka jumlah kendaraan bermotor listrik akan semakin bertambah banyak, mengingat bentuknya yang sangat elegan, tidak bising dan bebas dari polusi,” jelas Ali Mazi.  

Terkait dengan strategi Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara, agar volume penggunaan kendaraan bermotor listrik bertambah banyak, Ali Mazi menuturkan strateginya:

1. Instansi pemerintah, otoritas pengelola kawasan, BUMN/BUMD dan perusahaan bidang angkutan umum dapat mengadakan secara bertahap.

2. Pemilik atau pengguna serta produsen/perakit di Sultra kendaraan bermotor listrik bakal mendapat insentif dari pemerintah.

3. Dan terakhir pengendalian pengguna kendaraan bermotor berbahan bakar minyak fosil dilakukan secara bertahap.


Gubernur Ali Mazi juga mengajak kepada seluruh Bupati/Walikota, Kepala Kantor Wilayah Vertikal, Kepala OPD untuk melaksanakan pengadaan kendaraan bermotor listrik pada tahun ini secara bertahap, bahkan masyarakat juga dihimbau untuk menentukan pilihan kendaraan bermotor listrik sesuai kebutuhan.
Sebagai penutup, Gubernur Ali Mazi menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada PT. PLN Persero Kendari telah merespon dengan cepat dalam penyiapan sarana penunjang sebagai bentuk sinergitas dukungan kebijakan pemerintah.(Hs.Foto.dok.Sultra)