Gubernur Sumbar Minta Pengrajin Songket Berinovasi

Covid-19 dirasakan oleh semua pelaku usaha termasuk para pembuat songket, khususnya Songket Pandai Sikek yang berada di Provinsi Sumatera Barat.

Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah mengatakan dengan adanya kondisi ini maka diperlukan sebuah inovasi dan dukungan daerah agar usaha songker tetap bisa berproduksi.

“Kondisi pandemi ini, juga turut dirasakan oleh pelaku usaha songket. Maka perlu dilakukan sebuah inovasi dan dukungan daerah agar usaha songket khususnya Songket Pandai Sikek tetap bisa produktif,” tulisanya di akun Instagram @mahyeldisp, Senin (09/08/2020).

Salah satu inovasi yang dapat dilakukan yaitu memodifikasi alat tenun manual menjadi Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM). Mahyeldi menuturkan hal tersebut akan berpengaruh signifikan pada produksi kain Songket. Seperti waktu produksi yang awalnya 40 haru menjadi 5 hari.

Diantaranya dengan melakukan modifikasi alat tenun manual menjadi Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM). Hal ini akan berpengaruh signifikan pada produksi kain Songket. Awalnya waktu produksi 40 hari menjadi hanya lima hari.

Gubernur juga mengatakan dengan adanya inovasi ini semakin banyak ibu-ibu rumah tangga yang berminat untuk membuat kain songket dengan menggunakan peralatan yang baru karena lebih efisien dari segi waktu.

“Hal tersebut secara langsung telah memberikan peningkatan kesejahteraan keluarga karena satu kain songket dihargai cukup mahal. Ditambah lagi pasar untuk kerajinan songket terbuka lebar. Baik itu di nasional dan internasional,” katanya.

Ia juga mengatakan akan mengupayakan bantuan untuk sentra tenun di pandai sikek berupa peralatan ATBM dari dinas terkait agar semakin banyak masyarakat yang terlibat dalam produksi kain khas tersebut.

“Semoga usaha-usaha yang dilakukan, bisa memberikan dukungan untuk meningkatkan ekonomi masyarakat dalam kondisi pandemi saat ini,” tutupnya. (Dwi, foto: ig @mahyeldisp)

Related posts