Harga Beras Naik Bikin Pedagang Meringis, Ini Solusi Dari Pemerintah

Jakarta, GPriority.co.id – Harga beras mengalami kenaikan yang cukup melejit pada pekan ketiga di bulan Februari ini, berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS). Sebelumnya pada pekan kedua ada sebanyak 161 daerah, kini menjadi 179 daerah.

Berdasarkan penuturan dari Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik, Pudji Ismartini, harga rata-rata nasional beras Rp14.380 per kilogram. Besaran harga itu tercatat naik dari pekan kedua Februari, yakni menjadi Rp14.166 per kilogram.

Menurut Pudji, peningkatan harga tersebut cukup tinggi yakni mencapai 2,92 persen. Data juga mencatat, sebanyak 20 persen wilayah Indonesia mengalami harga beras lebih tinggi dari nasional.

Hal ini juga dirasakan oleh sejumlah warga Tangerang, Banten. Mereka mengeluh akibat harga beras mengalami kenaikan tinggi. Salah satunya di Pasar Tradisional Cikupa, harga beras premium tembus Rp18.000 per kilogram.

Selain harga beras premium, menurut salah satu pedagang, harga beras dengan kualitas medium juga mengalami kenaikan. Sebelumnya harga beras medium adalah Rp12.000 per kilogram, kini naik menjadi Rp15.000.

Senada juga dengan harga beras di Pasar Baru, Bekasi, yang naik di kisaran Rp2 ribuan untuk berbagai jenis.
Menanggapi hal ini, Presiden Jokowi membeberkan alasan bahwa harga beras melonjak karena faktor perubahan cuaca dan iklim, sehingga menimbulkan gagal panen.

Menurutnya, gagal panen tidak hanya terjadi di Indonesia. Hal ini juga terjadi di seluruh negara.

Oleh karena itu, menurutnya, bantuan beras yang disalurkan pemerintah untuk meringankan beban masyarakat. Utamanya, di tengah situasi gejolak harga beras yang meningkat belakangan ini.

Kedua, pemerintah Indonesia juga melakukan pelaksanaan gerakan pangan murah, yang disediakan hampir setiap minggu.

Ketiga, pemerintah juga melakukan stabilisasi pasokan beras medium. Isi beras medium itu memiliki kualitas premium. Keempat, melakukan pengawasan, dan kelima adalah optimalisasi produksi yang sedang dilakukan dengan bantuan dari Kementan (Kementerian Pertanian).

Foto : Info Buruh