Hari Agraria Nasional, Mengenal Mina Padi Budidaya Ikan dan Padi dalam Satu Tempat

Hari Agraria Nasional atau hari Tani diperingati setiap tanggal 24 September oleh para petani. Sejarah penting ini berdasarkan Keputusan Presiden RI, Ir. Soekarno No. 169 tahun 1963.

Peringatan ini juga bertepatan dengan disahkannya Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria (UUPA 1960), yang diharapkan menjadi tonggak perubahan kaum tani serta diangkatnya harkat dan martabat petani Indonesia.

Seperti yang kita ketahui, Indonesia terkenal sebagai negara agraris karena sebagian penduduknya bermata percaharian petani atau bercocok tanam. Tanahnya yang subur mampu menghasilkan pertanian yang beragam seperti beras, karet, kelapa sawit, tembakau, kapas, kopi, tebu, dan lain-lain.

Indonesia memiliki banyak sumber daya alam, baik di darat maupun perairan. Ada metode pertanian yang menggabungkan media daratan dengan perairan, yaitu metode mina padi. Konsep mina padi adalah budi daya ikan di dalam sawah yang ditanami padi. Selain menyediakan karbohidrat, metode ini juga menyediakan protein sehingga cukup baik untuk meningkatkan mutu makanan penduduk di pedesaan.

Metode ini sudah dikenal oleh masyarakat Indonesia, khususnya di daerah Jawa Barat sejak tahun 1860. Kemudian mina padi mulai dikembangkan kembali pada tahun 1970. Di tahun 2011, Direktorat Jendral Perikanan Budidaya (DJPB) mengembangkan mina padi dengan komoditas udang dan ikan. Pada 2014, mina padi yang terletak di Kabupaten Sleman mendapat apresiasi dari organisasi pangan dan pertanian dunia FAO (Food and Agriculture Organization). FAO mengakui bahwa metode ini sebagai salah satu program pertanian unggulan global.

Atas torehan tersebut, Direktur Jenderal Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan, Slamet Soebjakto, mengatakan dunia internasional mulai mengamati metode tersebut, dan menjadikan program mina padi menjadi program prioritas untuk mendukung ketahanan pangan.

“Indonesia dinilai berhasil dalam pengembangan minapadi. Oleh Pemerintah, program tersebut menjadi program prioritas untuk mendukung ketahanan pangan,”ujar Slamet.

Pada dasarnya, budi daya mina padi tidak terlalu berbeda dengan budi daya padi sawah biasa. Mulai dari penyemaian bibit hingga panen, semuanya relatif sama. Namun ada beberapa syarat yang harus diperhatikan, seperti pemeliharaan ikan yang sesuai dengan pengairan yang ada, serta penggunaan varietas padi yang unggul. Selain itu tinggi genangan air pada petakan sawah harus optimal, sehingga ikan dan tanaman padi dapat hidup dan berkembang dengan baik.

Untuk jenis ikan yang paling baik dipelihara di sawah adalah ikan Nila, karena ikan tersebut dapat hidup di air yang dangkal, serta lebih tahan terhadap matahari. Selain nila ada juga jenis ikan lain yang dapat dipelihara seperti ikan mas, mujair, karper, tawes dan lain-lain. Sistem pengairan yang baik bagi usaha mina padi adalah tersedianya air di sawah selama lebih dari 5 bulan.

Sistem tanam yang sering digunakan dalam mina padi adalah Jajar Legowo 2:1 atau 4:1. Teknologi legowo yaitu sistem tanam padi dengan jarak tanam yang lebar dan teratur antar benih pada saat penanaman. Dengan kata lain yaitu menanam padi sawah dengan pola beberapa barisan tanaman yang diselingi satu barisan kosong. Sistem ini telah terbukti dapat meningkatkan hasil padi dibanding dengan penggunaan sistem tradisional.

Tahap akhir dari metode mina padi adalah pemanenan, baik memanen padi maupun ikan. Untuk panen padi yang paling tepat adalah ketika 90% gabah menguning. Panen ikan dilakukan 10 hari sebelum panen padi dengan cara mengeringkan petakan sawah. Setelah air surut maka ikan akan terkumpul pada kamalir atau parit.

Ada beberapa keuntungan yang diperoleh dari metode mina padi ini, diantaranya: (1) mengurangi hama penyakit pada tanaman padi seperti hama tikus, keong mas dan wereng, (2) lahan sawah menjadi subur dengan adanya kotoran ikan yang mengandung berbagai unsur hara, (3) mengurangi penggunaan pupuk (4) mengurangi biaya penyiangan tanaman liar.

Keuntungan lain yang dirasakan petani dengan mina padi yaitu harga jual padi hasil metode mina padi lebih mahal, karena tidak menggunakan bahan kimia sehingga menghasikan padi organik. Dengan begitu, terjadi peningkatan kualitas padi karena tidak terpapar pestisida.

Selain menjadi bentuk usaha yang menguntungkan, mina padi juga dapat meningkatkan pendapatan petani, dan juga dapat membantu program pemerintah dalam usaha memenuhi gizi keluarga. (Dwi.Foto.KKP)

Related posts