Inacraf Reborn untuk Kebangkitan UMKM Indonesia

Setelah absen 1 tahun lamanya akibat pandemi Covid-19, Pameran bertajuk Jakarta International Handicraft Trade Fair (INACRAFT), yang didaulat sebagai salah satu pameran produk kerajinan terbesar di Asia Tenggaradan menjadi salah satu pameran yang selalu dinanti oleh para penggiat & peminat produk-produk kerajinan dalam negeri dengan berbagai jenis produk berupa kerajinan, batik, tenun, dan fashion kembali hadir di tahun 2021.

Sebagai salah satu barometer perkembangan industri kerajinan tangan atau handicraft di Indonesia, INACRAFT terus berkomitmen mendukung perajin di Indonesia diwujudkan dengan penyelenggaran pameran INACRAFT yang diprakarsai oleh Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (ASEPHI) bekerjasama dengan PT. Mediatama Binakreasi sudah berlangsung selama 20 tahun yang melibatkan -/+ 1.500 pelaku kreatif dari dalam negeri dengan dihadiri rata-rata -/+30.000 pengunjung perhari (record 2019: 173.695 pengunjung selama 5 hari penyelenggaraan pameran) yang 67% nya adalah wanita serta karyawan. Total transaksi retail yang tercatat sebesar Rp.145.095.000.000. – dan kontrak dagang sebesar USD 12.980.000.-

Namun demikian, dengan adanya pandemi COVID-19 yang melanda seluruh dunia, termasuk di Indonesia mendorong kami melakukan penundaan kegiatan tersebut untuk menghindari kemungkinan penyebaran lebih luas dari pandemi tersebut yang telah menghambat hampir di sebagian besar aspek ekonomi Indonesia termasuk di industri kreatif. Kesuksesan INACRAFT selama dua dekade (21 kali penyelenggaraan) membuat INACRAFT tidak hanya sebagai “sekadar” tempat pameran namun juga sebagai wadah promosi, menambah ilmu, dan membangun networking diantara pelaku usaha kerajinan agar dapat bersaing secara sehat menampilkan produk-produk berkualitas.

INACRAFT menjadi suatu melting pot bagi para pelaku industri kerajinan mulai dari produsen/artisan/pendidik/eksportir/pencinta/kolektor/pembeli termasuk para pemangku kebijakan dan pembina UMKM di tingkat pemerintah propinsi dan BUMN melalui konsep INACRAFT IKON. Tidak keliru jika Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI menganugerahi INACRAFT sebagai Kegiatan Komunitas terbaik tahun 2018 pada Penghargaan Warisan Budaya. Selain itu, ASEPHI terpilih menjadi Organisasi Non Pemerintah Terbaik Dunia pada penghargaan International Craft Award di New Delhi 2020.

Semangat untuk terus membangkitkan dan membangun kembali sektor ekonomi kreatif harus selalu dipupuk, khususnya di masa pandemic. Oleh karena itu, ASEPHI berkomitmen untuk mendukung para perajin Indonesia agar dapat terus berkarya dengan menghadirkan INACRAFT Reborn dengan tagline “From Small Village to Global Market”.

INACRAFT Reborn tidak hanya diselenggarakan melalui pameran secara offline namun juga secara online. Kesiapan ASEPHI memperluas jaringan pada era ekonomi digital saat ini adalah dengan memperkenalkan INACRAFT Digital, sebuah platform yang merupakan bukti nyata perjuangan transformasi INACRAFT bersama para pelaku industri UMKM produsen kerajinan tangan Indonesia. INACRAFT Digital hadir melalui konsep virtual exhibition, pelatihan dan hybrid talkshow.

Kolaborasi ASEPHI dengan Tokopedia menjadi suatu inisiatif yang mengakomodasi ratusan UMKM produsen kerajinan tangan dan diharapkan dapat mendukung upaya promosi produkproduk kerajinan kerajinan tangan hasil karya UMKM Indonesia serta menggerakkan ekonomi digital.

Selain kampanye digital bersama Tokopedia, ASEPHI juga akan menyelenggarakan virtual exhibition di situs resmi INACRAFT (www.inacraft.co.id) Kampanye digital INACRAFT Digital x Tokopedia Vol. 1 tampil dengan semangat menghadirkan 1 juta pengunjung dengan target nilai transaksi retail mencapai hingga Rp. 1.000.000.000,–. Dengan mengakomodasi 378 UMKM produsen kerajinan tangan dari 45 peserta pada INACRAFT Virtual Exhibition yang merupakan anggota ASEPHI dan binaan dari PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk., Kementerian Perindustrian R.I., dan Dekranasda Propinsi Sumatera Barat serta 370 peserta pada INACRAFT Digital yang terdiri dari 17 BPD ASEPHI dari propinsi Aceh, Sumatera Utara, Kalimantan Barat, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Jawa Timur, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Barat, DKI Jakarta dan Banten.

Sebagai perusahaan teknologi yang membawa misi untuk mendorong pemerataan ekonomi secara digital, Tokopedia memberikan kesempatan bagi UMKM produsen kerajinan tangan lokal untuk menjangkau 100 juta pengguna aktif bulanan yang ada di platform Tokopedia.

Tokopedia menyambut baik kolaborasi dengan ASEPHI, sejalan dengan komitmen Tokopedia untuk #SelaluAdaSelaluBisa dalam mengakselerasi adopsi platform digital bagi para pegiat usaha, khususnya UMKM lokal. Kehadiran kampanye INACRAFT Digital yang dilaksanakan melalui kolaborasi bersama Tokopedia merupakan wujud upaya nyata untuk mendukung pemulihan ekonomi nasional di masa pandemi. Para UMKM lokal yang tergabung dalam INACRAFT Digital merupakan bagian lebih dari 11 juta penjual di Tokopedia, dimana hampir 100% adalah pelaku usaha UMKM. Keselaran komitmen serta visi untuk mendorong kemajuan UMKM tersebut tercermin dalam kampanye INACRAFT Digital x Tokopedia.

ASEPHI mengharapkan, “Melalui kombinasi wajah baru ON & OFF line INACRAFT Virtual Exhibition diharapkan pada edisi DIGITAL 2021 dan edisi HYBRID mulai tahun 2022 dapat melebihi capaian pameran normal. Di sisi lain, kami berharap INACRAFT x Tokopedia dapat membuka peluang bisnis dan transaksi sebanyak-banyaknya bagi para UMKM lokal menjangkau seluruh wilayah Indonesia. Karena kami yakin kita semua cinta produk Indonesia, dan Go Digital is a must!, HANDICRAFT JUARA, PERAJIN BERDAYA.”

Peluncuran Platform INACRAFT & Kampanye INACRAFT Digital x Tokopedia Vol.1 disponsori oleh PT. Bank Negara Indonesia (Persero). Tbk. dimana BNI sebagai pioneer digital banking telah memiliki layanan digital mumpuni yang dapat mempercepat transaksi, proses penyaluran pembiayaan serta layanan perbankan lainnya. Perseroan selalu proaktif dalam mendukung semua bentuk transformasi mitra dengan berbagai program kerja sama bisnis maupun pemberdayaan.

“Dalam kesempatan ini, BNI mengajak beberapa Mitra UMKM produsen kerajinan tangan di bidang batik, songket, bordir, wayang, produk kaca, interior, tas, dompet, dan pakaian untuk memeriahkan acara sambil mencari peluang kerja sama lebih besar lagi. Kami harap ini dapat menjadi momentum transformasi UMKM sekaligus peningkatan akselerasi pemulihan kinerja,” tutupnya.(Hs.Foto.dok.Inacraf)

Related posts