Jelang Nataru BPOM Temukan Pangan Olahan Tidak Memenuhi Ketentuan

Penulis : Ponco | Editor : Dimas A Putra | Foto : BPOM

Jakarta, GPriority.co.id – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) merilis hasil Intensifikasi Pengawasan Pangan Olahan Jelang Natal 2023 dan Tahun Baru 2024” di Aula Bhinneka Tunggal Ika, Kamis (21/12).

Dikutip dari laman BPOM, intensifikasi jelang Nataru 2024 ini berhasil temukan 731 sarana (29,98%) yang menjual produk pangan olahan terkemas tidak memenuhi ketentuan dengan jumlah total temuan sebanyak 4.441 item yang diperkirakan nilainya mencapai lebih dari Rp1,6 miliar.

“Jenis temuan pangan terbesar adalah pangan tanpa izin edar dengan nilai ekonomi lebih dari Rp1,3 miliar. Temuan ini didominasi oleh produk pangan impor seperti bumbu siap pakai, makanan ringan, pasta dan mi, serta kembang gula/permen yang nilainya mencapai lebih dari Rp770 juta,” ujar Plt. Kepala BPOM, L Rizka Andalusia.

Menurut Rizka, pihaknya berkomitmen senantiasa mengawal keamanan pangan dalam rangka melindungi kesehatan masyarakat.

Untuk memastikan hal tersebut, BPOM akan terus mendorong kesadaran pelaku usaha untuk selalu menerapkan CPerPOB maupun peraturan perundang-undangan lainnya yang berlaku, termasuk melaksanakan self regulatory control.