Kenalin Kawasan Ekonomi Khusus di Indonesia

KEK atau Kawasan Ekonomi Khusus merupakan suatu kawasan dengan batasan dalam wilayah hukum Indonesia yang memiliki keunggulan geoekonomi dan geostrategic. Wilayah KEK juga diberikan fasilitas dan insentif khusus untuk menarik investasi.

Tujuan utama pengembangan KEK adalah untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi, pemerataan pembangunan, dan peningkatan daya saing bangsa. Kehadiran KEK diharapkan dapat membangun kemampuan dan daya saing ekonomi pada level nasional melalui industri- industri dan pariwisata bernilai tambah dan berantai nilai.

KEK dikembangkan melalui penyiapan kawasan yang memiliki keunggulan geoekonomi dan geostrategi dan berfungsi untuk menampung kegiatan industri, ekspor, impor, dan kegiatan ekonomi lain yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan daya saing internasional.

Berdasarkan informasi dari laman resminya, Indonesia memiliki 19 KEK di seluruh Indonesia terdiri dari 11 KEK Industri dan 8 KEK Pariwisata, 12 KEK diantaranya sudah beroperasi dan 7 KEK dalam tahap pembangunan.

*KEK yang Telah Beroperasi :*

1. KEK Sei Mangkei, di Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara. Kegiatan Utama: Industri pengelolaan Kelapa Sawit, pengelolaan karet, pariwisata, dan logistik.
2. KEK Tanjung Lesung, di Kabupaten Pandeglang, Banten. Kegiatan Utama: Pariwisata
3. KEK Palu, di Kota Palu, Sulawesi Tengah. Kegiatan Utama: Industri Logam Dasar, Logistik
4. KEK Mandalika Kabupaten Lombok Tengah, NTB. Kegiatan Utama: Pariwisata
5. KEK Galang Batang, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau. Kegiatan Utama: Industri Pengolahan Bauksit, dan logistik
6. KEK Arun Lhokseumawe, Aceh Utara dan Lhokseumawe Aceh. Kegiatan utama: industri energi, petrokimia dan kimia lain, pengelolaan kelapa sawit, pengelolaan kayu, dan logistik. Dalam tahap pembangunan

7. KEK Tanjung Kelayang. Kabupaten Belitung, Bangka Belitung. Kegiatan Utama: Pariwisata
8. KEK Bitung. Kota Bitung, Sulawesi Utara. Kegiatan Utama: industri pengolahan kelapa, industri pengolahan perikanan, dan logistik.
9. KEK Morotai Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara. Kegiatan Utama: industri pengolahan perikanan, pariwisata , dan logistik.
10. KEK Maloy Batuta Trans Kalimantan (MBTK) Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur. Kegiatan Utama: industri pengolahan kelapa sawit, industri energi, dan logistik.
11. KEK Sorong Sorong, Papua Barat. Kegiatan Utama: industri pengolahan nikel, industri pengolahan kelapa sawit, industri hasil hutan dan perkebunan (sagu), dan logistik.
12. KEK Kendal. Kabupaten Kendal, Jawa Tengah. Kegiatan Utama: industri tekstil dan busana, industri furnitur dan alat permainan, industri makanan dan minuman, industri otomotif industri elektronik, logistik.

*KEK dalam Tahap Pembangunan :*

1. KEK Tanjung Api-Api, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan. Kegiatan Utama: industri pengolahan kelapa sawit, industri pengolahan karet, industri petrokimia, dan logistik
2. KEK Singhasari Kabupaten Malang, Jawa Timur. Kegiatan Utama: pariwisata, pengembangan teknologi
3. KEK Likupang, Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara. Kegiatan Utama: pariwisata
4. KEK BAT (Batam Aero Technic) di Kota Batam, Kepulauan Riau. Kegiatan Utama: Industri MRO (Maintenance, Repair, Overhaul) pesawat
5. KEK Nongsa, Kota Batam, Kepulauan Riau. Kegiatan Utama: IT-digital, dan pariwisata
6. KEK Lido, Bogor, Jawa Barat. Kegiatan Utama: pariwisata, dan industri kreatif
7. KEK Gresik Kota Gresik, Jawa Timur. Kegiatan Utama: Industri Metal (smelter tembaga dan baja), industri elektronik, industri kimia, industri energi, dan logistik.

Adapun fasilitas dan kemudahan bagi KEK melalui UU Cipta Kerja diantaranya:
1. perizinan berusaha dan perizinan dilaksanakan oleh administrator
2. izin usaha kawasan berikat tidak diperlukan bagi KEK
3. sistem elektronik terintegrasi secara nasional
4. tidak dipungut PPN atau PPN & PPNBM untuk jasa/barang kena pajak tidak berwujud
5. fasilitas barang konsumsi bagi KEK pariwisata
6. pelayanan mandiri kepabeanan insentif daerah dan lainnya
7. dukungan daerah termasuk insentif daerah

Banyak mafaat yang dapat dirasakan masyarakat dan Indonesia melalui KEK, yaitu:
1. Mempercepat perkembangan daerah melalui pusat pertumbuhan ekonomi baru
2. Membantu mengembangkan beberapa sektor
3. Meningkatkan produktivitas masyarakat dan daya saing di pasar internasional KEK
4. Penyerapan SDM lokal sebagai pekerja di KEK
5. IKM pendukung di sekitar KEK berkembang, seperti minimarket, penginapan, toko souvenir, rumah makan, destinasi wisata baru
6. Penyerapan SDM melalui kelompok IKM
7.Infrastruktur dan fasilitas publik berkembang di sekitar KEK. (Dwi.foto.dok.Kemenkeu RI)

Related posts