Kunjungi Mahasiswa Asal KTT, Bupati Ibrahim Ali Beber Beasiswa Naik Rp 1 Milliar

GPRIORITY, TANA TIDUNG -Peningkatan sumber daya manusia (SDM) menjadi salah satu program Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Tana Tidung (KTT) Ibrahim Ali-Hendrik.

Bukan hanya sekedar wacana, perhatian kepada dunia pendidikan juga ditunjukan oleh Ibrahim Ali dengan mengunjungi asrama mahasiswa asal KTT di Kota Tarakan pada Kamis (11/3/2021).

Sapaan akrabnya Bram, langsung turun melihat kondisi mahasiswa sekaligus berdiskusi tentang kendala-kendala yang dihadapi pelajar dan mahasiswa selama menempuh pendidikan di luar KTT.

Kegiatan itu berlangsung di Asrama Putri Ikatan Pelajar Mahasiswa KTT (IPMKTT) di Jalan Palem Kampung 1 Skip, Tarakan.

Orang nomor satu di KTT itu mengajak pelajar dan mahasiswa KTT yang berada di luar daerah untuk belajar dengan baik dan menyelesaikan kuliah tepat waktu.

“Saya tekankan kepada adik-adik mahasiswa untuk belajar yang baik. Selesaikan kuliah tepat waktu, sehingga bisa membahagiakan orang tua. Apalagi tahun ini beasiswa naik jadi Rp 1 Milliar,” kata Bram saat dikonfirmasi Minggu (14/03/2021),

Menurut Bram, Pemkab KTT tahun 2021 telah meningkatkan alokasi anggaran beasiswa dari Rp241 Juta menjadi Rp1 Milliar.

“Kalau kemarin kita hanya menganggarkan beasiswa pendidikan untuk perguruan tinggi,sebesar Rp241 juta saja. Sementara, tahun ini Insya Allah akan saya naikan menjadi Rp 1 Milliar,” ungkapnya.

Lanjut Bram, jika sebelumnya anggaran beasiswa dikelola bagian Kesra Pemda, tahun ini akan dibentuk dewan pendidikan dan semua beasiswa akan dikelola oleh dewan pendidikan KTT.

“Ada beberapa juknis yang akan saya ubah. Kalau juknis yang lama penerima beasiswa itu harus semester 5. Insya Allah nanti dengan juknis dan Peraturan Bupati kita akan ubah kembali dari semester 5 ke semester 3,” terang Bram.

Ia menambahkan, adanya kebijakan pemerintah daerah untuk menaikkan beasiswa bagi mahasiswa semeter 3 dengan nilai nominal angka beasiswa prestasi dari sebelumnya Rp2,1 juta, kini naik menjadi Rp5 juta.

“Tapi nanti ada beberapa administrasi yang kita perketat, ya salah satunya pembayaran beasiswa langsung ke bagian akademik universitas mereka, langsung dikunci. Jadi nanti uang transfernya langsung ke kampus yang bersangkutan dan kita langsung cek keberadaanya. Apakah benar mahasiswa masih aktif di kampus tersebut tersebut,” terangnya.

Mahasiswa KTT yang menempuh pendidikan di luar daerah paling banyak berada di Kota Tarakan.

Dan tahun ini tidak hanya beasiswa Pemerintah KTT saja, melainkan juga akan mencari lahan untuk membangun asrama secara permanen.

“Sekali lagi, tugas adik-adik itu belajar yang sungguh-sungguh dan lulus tepat waktu,” tutup Bram.(FBI)

Related posts