Kunker ke Doha, Menlu Retno Soroti Isu Narkoba yang Marak di Afghanistan

Jakarta, GPriority.co.id – Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi, berkunjung ke Doha, Afghanistan pada Senin (1/7) kemarin. Ini merupakan pertemuan ke-3 Para Utusan Khusus untuk Afghanistan atau juga disebut ‘The 3rd Meeting of Special Envoys on Afghanistan’ (Doha III).

“Pertemuan yang diinisiasi oleh Sekjen PBB dan dituanrumahi oleh Qatar membahas tindak lanjut independent assessment Sekjen PBB mengenai Afghanistan guna membantu rakyat Afghanistan keluar dari krisis multidimensi yang saat ini tengah dihadapi,” jelas Menlu Retno dalam keterangan tertulisnya.

Pada sesi kedua pertemuan tersebut, Menlu Retno membahas isu counter-narcotic. Yaitu isu drugs (narkoba), yang diakui Menlu Retno tidak hanya mengkhawatirkan bagi Afghanistan, tapi juga dapat memberikan dampak pada kawasan dan dunia.

“Pertama, rehabilitasi bagi pengguna drugs. Saya tekankan pentingnya pendekatan inklusif dan kebijakan treatment yang setara, dimana para korban perempuan dapat memperoleh perlakuan yang setara. Dalam konteks ini, Indonesia siap membantu upaya rehabilitasi dan program reintegrasi ke masyarakat,” ujar Menlu Retno.

Selain itu, Menlu Retno juga menekan pentingnya persediaan alternative sources bagi kehidupan masyarakat Afghanistan.

“Dalam konteks ini, kemampuan ekonomi komunitas harus diperkuat. Ini terkait dengan diskusi sebelumnya mengenai masalah enabling private sector, atau kerja sama ekonomi. Indonesia berkomitmen untuk menyiapkan alternative livelihood untuk 2000 households di Distrik Chaparhar di Provinsi Nangarhar, melalui dukungan untuk agronomic practices yang berdampak bagi lebih dari 14.000 rakyat Afghanistan. Indonesia juga mendorong negaranegara yang memiliki kesamaan karakter tanah dan cuaca, untuk dapat membantu rakyat Afghanistan dalam identifikasi tanaman yang cocok untuk dikembangkan,” tutur Menlu Retno lebih lanjut.

Terakhir, Menlu Retno juga menyinggung persoalan law enforcement.

“Saya sampaikan bahwa walaupun poppy ban telah dilakukan, namun masih terdapat kegiatan illicit drugs trafficking dan situasinya cukup mengkhawatirkan. Oleh karena itu, kerja sama untuk law enforcement, terutama dengan negara tetangga menjadi sangat penting artinya,” katanya.

Di akhir pernyataannya, Menlu Retno juga mengatakan jika Indonesia akan terus berkomitmen untuk membantu masyarakat Afghanistan agar keluar dari krisis multidimensi.

“Indonesia akan terus memperjuangkan hak dan akses pendidikan serta pekerjaan bagi perempuan di Afghanistan. Dan isu ini akan terus dibawa oleh Indonesia,” tegasnya.

Foto : Kementerian Luar Negeri RI