Langkah Ali Mazi Dongkrak Ekonomi Sultra

Program pembangunan di Provinsi Sulawesi Tenggara menjadi program unggulan di tahun 2021. Terkait hal tersebut Gubernur Sulawesi Tenggara, Ali Mazi dan Wakil Gubernur Lukman Abunawas disingkat menjadi AMAN, memaparkan tiga mega proyek infrastruktur  unggulannya.

Diantaranya yaitu pembangunan Perpustakaan Modern bertaraf internasional,Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah, serta jalan wisata Kendari-Toronipa.

“Untuk pembangunan perpustakaan,diharapkan dapat meningkatkan taraf literasi masyarakat Sultra, khususnya di Kota Kendari yang merupakan tempat berdirinya perpustakaan,” katanya saat membuka Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia Sultra, di Kendari, (03/04/2021).

Progres pembangunan fisik perpustakaan tujuh lantai di Jalan Sao-Sao,Kecamatan Kadia, Kota Kendari ini telah mencapai 100%. Yang tersisa adalah penataan internal dan landscape yang saat ini sedang dalam proses pengerjaan.

“Adapun rumah sakit jantung dan pembuluh darah yang dibangun di atas lahan bekas rumah sakit provinsi, diharapkan dapat menjadi solusi bagi orang yang menderita gangguan jantung dan pembuluh darah. Jika tidak ada aral melintang, saya berharap pembangunan ini dapat selesai sesuai target yang ditentukan pada tahun ini,” kata Gubernur.

Dengan hadirnya rumah sakit tersebut,Gubernur Ali berharap semoga dapat meningkatkan taraf kesehatan bagi rakyat Sultra. Pembangunan rumah sakit ini diketahui sudah berjalan hampir dua tahun sejak peletakan batu pertama yang dimulai pada 29 Agustus 2019.Rencananya proyek rumah sakit 17 lantai ini akan menjadi rumah sakit jantung pertama di kawasan timur Indonesia.

Kemudian untuk pembangunan jalan wisata Kendari-Toronipa saat ini telah memasuki pembangunan tahap kedua,dan diharapkan dapat selesai sesuai target. Disana nantinya, akan dibangun jembatan yang menghubungkan persimpangan Masjid Raya dan Kendari Caddi.

Selain itu, hal tersebut juga Ali Mazi sampaikan saat acara ekspose tiga tahun kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur Sultra  2018-2023, di Aula Bahteramas Kantor GubernurSultra, Kota Kendari, Senin (06/09/2021).

Dalam kegiatan tersebut, pasangan Ali Mazi – Lukman  (AMAN) di periode ke II ini tetap menetapkan program unggulan yang terus berjalan dengan baik walaupun berada dalam kondisi pandemi. Yaitu pembangunan jalan Kendari-Toronipa 14,6 Km, pembangunan Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah yang masih berlangsung, hingga perpustakaan modern bertaraf internasional yang sudah mencapai tahap akhir.

“Periode kedua ini, saya bersama Bapak Lukman Abunawas, mengusung visi pembangunan daerah terwujudnya Sultra yang maju dan bermartabat. Visi pertama Sultra berbudaya dan beriman, kedua Sultra cerdas, ketiga Sultra sehat, keempat Sultra produktif, dan kelima Sultra peduli kepemimpinan, yang diupayakan dengan konsep strategi pendekatan, gerakan akselerasi pembangunan
daratan dan lautan (Garbarata),” ungkap Ali Mazi dalam sambutannya.

Ia berharap dalam masa kepemimpinan ini, dapat memberikan respons terhadap penyelenggaraan Pemerintahan, kebijakan
pembangunan, dan pelayanan publik agar menjadi umpan balik untuk menjadikannya sebagai langkah perbaikan pada tahun-tahun berikutnya.

Dibidang Perekonomian, Ali Mazi menjelaskan,jika perekonomian Sultra sempat mengalami penurunan yang disebabkan akibat pandemi Covid-19. Di mana pada tahun 2020, perekonomian Sultra mengalami kontraksi sebesar 0,65% , angka ini merupakan capaian terendah selama tiga tahun terakhir. Membandingkan angka perekonomian pada lima tahun sebelum Covid-19, pertumbuhan perekonomian selalu berada di atas rata-rata angka Nasional, dengan nilai di atas 6% per tahun,ungkap Ali Mazi lagi.

Ia menjelaskan, meski demikian,ekonomi Sultra pada triwulan dua 2021,berangsur pulih, sehingga dapat tumbuh 4,21 % lebih tinggi dibandingkan dengan capaian pada triwulan dua 2020 yang mengalami kontraksi 2,59 %” jelasnya.

Diukuran ketimpangan, Sultra termasuk dalam kategori sedang. Di mana angka kemiskinan turun dari 11,32% menjadi 11% pada 2018. Namun karena pandemi,persentasenya kembali meningkat 66% atau sebesar 318,700 ribu orang (Maret 2021). Kondisi ini terjadi karena banyak penduduk yang kehilangan pekerjaan sehingga rentan miskin, dan ketidakmampuan untuk memenuhi kebutuhan dasar.

“Indikator – indikator ini memberikan pesan bahwa pandemi sangat memukul pertumbuhan, sehingga perlu dijawab melalui program dan kegiatan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Bagi kami kekurangan dan kelemahan dalam waktu tiga tahun yang lalu, adalah pekerjaan rumah untuk lebih giat dalam membangun daerah dalam waktu dua tahun mendatang,” tutur Ali Mazi.

Strategi pembangunan Sultra dilakukan melalui gerakan pembangunan terpadu wilayah daratan dan lautan/kepulauan,strategi ini dikenal dengan sebutan Garbarata.(Dwi.Foto.Istimewa)

Related posts