Listrik di Tana Lia 2 Bulan Padam, Bupati Tana Tidung Minta Penjelasan

GPRIORITY, TANA TIDUNG – Bupati Tana Tidung, Ibrahim Ali minta penjelasan pemadaman listrik di Tana Lia yang terjadi hampir bua bulan ini.

Pemadaman listrik di Kecamatan Tana Lia sudah terjadi hampir dua bulan ini.

Atas persoalan itu, Bupati Tana Tidung, Ibrahim Ali bersama DPRD KTT menggelar audiensi dengan Manajer Kantor Unit Pelaksanaan Pelayanan Pelanggan (UP3) PLN Kalimantan Utara (Kaltara).

Dalam audiensi melalui aplikasi zoom meeting tersebut, Manajer UP3 PLN Kaltara, Suparje Wardiyono menyampaikan, bahwa ada kerusakan mesin dan pihaknya sedang dalam proses perbaikan. 

“Pada Kamis (19/8) lalu telah diuji coba menyala selama 24 jam penuh. Namun jika terjadi beban puncak, maka akan dilakukan pemadaman sementara karena kondisi mesin dalam perbaikan sekarang ini,” kata Suparje Wardiyono, Minggu (22/8/2021).

Pihak Suparje menargetkan dalam waktu dekat ini akan diadakan relokasi mesin dari Sekatak langsung ke Kecamatan Tana Lia.

Untuk itu, Ibrahim Ali berharap ada perhatian pihak PLN terhadap persoalan kelistrikan di Tana Lia.

Sebab dengan jarak tempuh dan jangkauan kecamatan yang cukup jauh dari Desa Tideng Pale, Kecamatan Sesayap sehingga masyarakat yang ada di sana akan merasa terisolir.

“Pemerintah akan terus melakukan upaya supaya listrik dapat dirasakan merata, tidak hanya di kawasan perkotaan saja, tapi semua layanan sampai di Kecamatan Tana Lia,” ucap Ibrahim Ali.


Lanjut dia,”Jadi dengan adanya pemadaman ini kita sudah beberapa kali mempertanyakan dan meminta supaya cepat dilakukan perbaikan atau dicarikan solusinya supaya masyarakat tidak gelap lagi di sana,” tegasnya.

Bupati berjanji akan terus mengawal persoalan kelistrikan di Tana Lia ini, bersama dengan ketua serta anggota DPRD yang berada di Daerah Pemilihan (Dapil) dua agar penerangan dapat kembali maksimal seperti sedia kala.

Terpisah, warga Desa Tanah Merah, Kecamatan Tana Lia, Rina mengatakan, sudah beberapa bulan ini pemadaman listrik terjadi di desa mereka.

Sementara mereka sendiri tidak tahu apa yang menjadi penyebabnya.

“Kita rasanya seperti kembali ke 10 tahun lalu, tidak ada lampu dan benar-benar gelap di waktu malam. Semoga saja dengan usaha pemerintah bersama DPRD bisa membuahkan hasil dan kami bisa kembali beraktivitas normal dengan layanan listrik penuh,” tutup dia. FBI

Related posts