Makin Dikenal, UMKM Kaltara Mejeng Produk Unggulan di World Water Forum ke-10 Bali

Badung, GPriority.co.id – Usaha Mikro, Kecil dan Menengah Kalimantan Utara (Kaltara) makin dikenal baik skala nasional maupun internasional. Hal ini dibuktikan saat mengikuti pameran Water Vaganza pada gelaran World Water Forum ke-10 di Bali 20-25 Mei 2024.

Mengusung “Gracefully Benuanta of Kaltara”, Paguyuban Balai Wilayah Sungai (BWS), Kalimantan 5, Tanjung Selor, menawarkan produk unggulan berkualitas mulai dari batik, tenun, tas rotan hingga olahan khas provinsi Benuanta.

“Dari seluruh Kaltara (UMKM). Kita namakan “Gracefully Benuanta of Kaltara”, kalau dalam artian yang luas mencakup karya seni, budaya, adat dan keindahan dari kearifan lokal bumi paguntaka (benuarta), sedangkan Kaltara mewakili paguyuban balai kit

a,” ujar Ria Hastari Bambang P. saat ditemui GPriority di Bali Collection, Nusa Dua, Badung pada Kamis (23/5).

Dalam pameran tersebut, Ria menjelaskan, BWS Tanjung Selor menggandeng beberapa UMKM seperti Batik D’ERTE Tarakan, yang menawarkan batik hasil dari teman disabilitas, lalu, Tenun Ikat Mercia lewat motif Tarakan, Batik Pakis Asia hingga Butik Dabuti dengan baju etnik, tas rotan, kain katun, kain ta’a bordir tenun adat Kaltara, hijab voal lasercut motif suku-suku di Kaltara serta kerajinan tas rotan, dompet dan ikat kepala dari kulit kayu.

Untuk harga, Ria menyebut cukup bersaing dengan batik-batik di Indonesia. Mulai dari 400 ribu hingga 1,4 juta.

“Harga cukup bersaing ya dari batik-batik di Indonesia, cukup murah juga sebetulnya ya, mulai dari 400 ribu batik cap, kalau bahannya dari kain satin itu ada di harga 600-700 ribu sudah dapat kain yang halus sekali, batik tulis di harga 1,4 juta, karena temen-temen disabiltas kalau bikin karya itu abstrak ya, jadi sangat menarik dan indah,” sebut Ria.

Selain fesyen, kata Ria, juga dipamerkan beragam produk olahan antara lain Beras dari Krayan, garam, kopi Malinau serta Kopi Rempah Tidung.

“Kaya cemilan dan makanan kita bawa. Beras dari Krayan, kopi Malinau dan garam itu juga lumayan banyak peminat, kemudian terkenalnya kan di impor juga di Brunei, juga garamnya berkhasiat,” tuturnya.

Lebih lanjut, Ria berharap dengan mengikuti pameran UMKM di WWF ke-10 ini dapat mengenalkan lebih luas tentang produk unggulan yang ada di Kaltara. Meskipun, dia sempat kecewa terhadap karena perbedaan lokasi forum dengan pameran yang mengakibatkan kurangnya pengunjung terkhusus mancanegara.

“UMKM di Kaltara yang begitu banyak dan berkualitas itu bisa lebih di kenal untuk warga Indonesia lokal dulu. Kalau sudah dikenal ada yang bagus dan berkualitas sekaligus membantu umkm yang ada di Kaltara,” ucapnya.

Untuk diketahui, World Water Forum ke-10 digelar sejak 18 hingga 25 Mei 2024. Forum internasional ini diikuti 50 ribu peserta dari 160 negara seluruh dunia.

Foto: GPriority