Menlu: Prabowo Ingin Tambah Konser K-Pop di Indonesia

Menlu RI Sugiono dan boyband K-Pop BTS/Foto : Dok. Istimewa Menlu RI Sugiono dan boyband K-Pop BTS/Foto : Dok. Istimewa

Jakarta, GPriority.co.id – Pemerintah Indonesia membuka peluang besar bagi industri hiburan global, khususnya gelombang musik Korea atau K-Pop.

Terbaru, Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto memiliki keinginan untuk meningkatkan jumlah konser K-Pop di Indonesia, sebagaimana dilansir dari laporan ANTARA pada Kamis (23/4).

Dalam keterangannya, Sugiono menyampaikan bahwa langkah tersebut merupakan bagian dari kerja sama budaya antara Indonesia dan Korea Selatan.

“Presiden Prabowo ingin meningkatkan jumlah konser K-Pop di Indonesia,” ujar Sugiono, yang jika diterjemahkan dan dipahami dalam konteks kebijakan berarti adanya dorongan konkret dari pemerintah untuk memperluas akses hiburan internasional di Tanah Air.

Namun, pernyataan tersebut tidak muncul begitu saja. Dalam beberapa tahun terakhir, hubungan bilateral Indonesia dan Korea Selatan memang semakin erat, tidak hanya dalam bidang ekonomi, tetapi juga budaya populer.

K-Pop sendiri telah lama menjadi salah satu instrumen penting dalam diplomasi budaya yang mampu menjangkau generasi muda.

Sugiono menjelaskan bahwa kerja sama ini diharapkan memberikan dampak positif bagi kedua negara. Selain memperkuat hubungan diplomatik, peningkatan konser K-Pop juga dinilai mampu mendorong sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Indonesia.

Fenomena ini juga sejalan dengan meningkatnya popularitas K-Pop di Indonesia. Banyak grup besar dunia menjadikan Indonesia sebagai salah satu pasar utama mereka.

Dengan dukungan pemerintah, bukan tidak mungkin Indonesia akan menjadi salah satu destinasi konser terbesar di Asia Tenggara.

Lebih lanjut, rencana untuk menambah jumlah konser K-Pop bukan hanya soal hiburan, tetapi juga berkaitan erat dengan potensi ekonomi. Konser musik skala internasional terbukti mampu menggerakkan berbagai sektor, mulai dari perhotelan, transportasi, hingga UMKM.

Jika kebijakan ini terealisasi, Indonesia berpotensi mendapatkan keuntungan signifikan dari sisi ekonomi kreatif. Selain itu, pelaku industri lokal juga bisa belajar dan berkolaborasi dengan standar produksi internasional yang dibawa oleh promotor K-Pop.

Tak hanya itu, kehadiran konser dalam jumlah lebih banyak juga membuka peluang kerja baru, mulai dari kru produksi hingga sektor jasa pendukung lainnya.

Kabar ini langsung disambut antusias oleh para penggemar K-Pop di Indonesia. Di media sosial, banyak K-Popers yang berharap kebijakan tersebut benar-benar diwujudkan dalam waktu dekat. Pasalnya, selama ini tingginya permintaan terhadap konser K-Pop sering kali tidak sebanding dengan jumlah acara yang tersedia.

Dengan adanya dukungan dari pemerintah, diharapkan proses perizinan dan penyelenggaraan konser bisa menjadi lebih mudah dan terorganisir.