Bali, GPriority.co.id – Menteri ATR/BPN (Agraria Tata Ruang/Badan Pertanahan Negara) Nusron Wahid, menyebut Presiden Prabowo ingin kembali menghidupkan program transmigrasi.
Dalam agenda Rapat Koordinasi Akhir Gugus Tugas Reforma Agraria di Kantor Gubernur Bali, Denpasar, pada Kamis (11/12) lalu Nusron menyebut, apabila dibutuhkan pemerintah akan mendatangkan masyarakat dari Jawa atau Bali untuk menggarap lahan pertanian di luar pulau.
“Pak Presiden tegas. Saat ini pemerintah kalau tidak ada (masyarakatnya), datangkan dari Jawa, dari Bali. Program transmigrasi dihidupkan lagi dengan dikasih garapan pertanian di luar Jawa yang lebih menjanjikan,” ujarnya dikutip dari laporan ANTARA.
Nusron menambahkan, saat ini ada beberapa lahan pertanian di luar Bali yang perlu dikelola seperti Kalimantan Timur, Sumatera Selatan, hingga Papua.
“Jadi Pak Gubernur, kita siap-siap. Pak Gubernur, warga Bali, harus ada yang disiapkan untuk transmigrasi lagi mengelola lahan yang di luar Bali,” tutur Nusron.
Dorongan transmigrasi ini muncul di tengah sorotan terhadap kepadatan wilayah Jawa, khususnya Jakarta yang merupakan pusat aktivitas ekonomi nasional.
Dengan konsentrasi penduduk yang begitu besar di Jawa, berbagai tantangan pun hadir mulai dari kemacetan, polusi, hingga keterbatasan lahan. Risiko bencana pun semakin terasa. Hal inilah yang kemudian memperkuat urgensi percepatan pemerataan pembangunan serta demografi ke luar Pulau Jawa.
Merespon pernyataan Menteri Nusron, Gubernur Bali, I Wayan Koster pun menyatakan pemerintah provinsi siap membuka peluang bagi warganya yang ingin berpindah dan bekerja pada sektor pertanian di luar Bali.
“Ini maksudnya (penduduk) Bali kan sudah kelihatan padat, di daerah lain ada lahan yang luas,” ujar Koster.
Ia menuturkan, sebagian masyarakat Bali sudah lama melihat alternatif transmigrasi sebagai pilihan, terlebih mengenai keterbatasan ruang dan lahan di pulau Dewata.
