Meski Banyak Tantangan, Menlu Retno: Tidak Boleh Ganggu Kerja ASEAN

Penulis: Aflaha Rizal Bahtiar | Editor: Lina F | Foto: Aflaha Rizal Bahtiar

Jakarta, GPriority.co.id— Menteri Luar Negeri RI memimpin Pertemuan Para Menlu ASEAN (ASEAN Foreign Mnisters’ Meeting/AMM) pada Senin (4/9) kemarin.

Saat mengawali pertemuan, Menlu Retno Marsudi menyampaikan, meski saat ini banyak tantangan yang dihadapi di kawasan, tidak boleh mengganggu kerja ASEAN.

“Semua perhatian ini tertuju ke ASEAN. karenanya, kita harus buktikan bahwa ASEAN still matters dan dapat berkontribusi bagi terciptanya perdamaian, stabilitas, dan kesejahteraan kawasan,” ujar Menlu Retno dalam keterangan Kementerian Luar Negeri.

Menlu juga menyampaikan mengenai beberapa capaian penting keketuaan Indonesia.

“Dalam sembilan bulan terakhir, keketuaan Indonesia bekerja keras untuk hasilkan berbagai kemajuan pembangunan komunitas ASEAN, antara lain melalui ASEAN Concord IV yang akan menjadi landasan Visi ASEAN 2045,” tegasnya.

Selain itu, Indonesia selalu terdepan dalam memastikan ASEAN tetap memainkan peran sentralnya di kawasan dan menjadikan kawasan Indo-Pasifik kawasan yang damai dan inklusif.

Indonesia juga sampaikan bahwa semakin banyak negara-negara yang mengaksesi TAC dan menjadi mitra ASEAN.

“Kita juga saksikan penandatanganan kerja sama antar Sekretariat, antara ASEAN dengan IORA, dan ASEAN dengan PIF. Ini artinya pengakuan atas Convening Power ASEAN dan penerimaan atas norma dan nilai-nilai ASEAN semakin luas,” tambah Menlu Retno.

Dalam hal ini, para Menteri Luar Negeri ASEAN menyepakati aplikasi Luksemburg untuk mengaksesi TAC.

Untuk memperkuat kerja sama dengan negara di luar kawasan, ASEAN juga sepakat menerima Belanda sebagai Mitra Pembangunan ASEAN dan Maroko sebagai Mitra Pembangunan Sektoral ASEAN.