Nutrisi Terbaik Saat Masa Menopause

Setiap wanita akan mengalami menopause, yaitu masa siklus menstruasi yang berakhir secara alami pada usia 40 hingga 50 tahun.

Ketika memasuki masa menopause ada berbagai macam perubahan yang terjadi pada wanita, seperti bertambahnya massa lemak yang tidak terbagi ke daerah lain dan bersemayan di daerah perut.

dr. Vera Sudarman, M. Gizi, SpGK dalam kegiatan webinar pada beberapa waktu yang lalu mengatakan dengan bertambahnya massa lemak, maka massa otot juga secara alamiah akan menurun

“Lemak tubuh seorang wanita meningkat hampir setengah kilo pertahun ketika sudah mulai masa menopause, otonya akan menurun sebanyak 0,2 kg pertahun,” katanya.

Selain itu juga resistensi insulin akan terjadi dan menyebabkan hyperglycemia resiko diabetes, Dyslipidemia, dan hypertensi. Maka dari itu dr. Vera mennyarankan pada wanita yang memasuki usia 40 tahun untuk rajin melakukan medical check up setahun sekali untuk mengetahui kondisi tubuhnya dan bisa segera ditangani jika ada gangguan

Maka dari itu untuk mencegah tersebut terjadi yang harus dilakukan yaitu menjaga pola makan yang baik. dr Vera menyebutkan ada beberapa macam diet yang bisa dilakukan yaitu sperti diet seimbang, yaitu untuk menurunkan massa lemak dan menjaga kesehatan secara umum.

Selain itu ada dite mediterania yaitu untuk menjaga massa otot lebih baik, mencegah stress oksidatif, menurunkan peradangan dan menurunkan resistensi insulin.

Diet mediteranian itu harus memperhatikan porsi makan setiap harinya, seperti sayur 2 porsi setiap makan, buah 1-2 porsi setiap makan, ikan 2-3 porsi setiap minggu, telur 2-4 butir perminggu, dairy food yang rendah lemak 2 porsi sehari, daging 2 kali seminggu, minuman dan makanan manis 2 porsi perminggu, dan lain sebagainya.

Ia juga mewanti-wanti dalam penggunaan garam yang berlebihan akan menimbukan hypertensi dan bisa menjalar ke sakit Jantung, struk, dan penyakit lainnya.

“Garam kalau secara alami tidak terlalu mengganggu, tapi jika garam sifatnya dalam bentuk makanan yang diawetkan itu hati-hati karena garamnya tinggi,” ujarnya.

Adapun jika Indonesia, diet yang biasa dilakukan yaitu diet dengan piramida makanan seperti, 3-4 porsi makanan pokok, 3-4 porsi sayuran, dan 2-3 porsi buah ditambah dengan protein hewani maupun nabati, dan terakhir tambahan gula, garam, dan minyak yang sedikit hanya untuk menambahkan sedikit rasa.

“Adapun suplementasi yang cukup baik diberikan untuk wanita yang sedang menopause adalah betakaroten, vitamin C, vitamin E, magnesium, omegatiga, fitoestrogen, dan probiotik. Suplementasi ini sifatnya on going dan sesuai dengan kondisi dari pasien,” tutupnya. (Dw.foto.dok. RSIA Kemang)

Related posts