Pemprov Jawa Timur Gelontorkan 100 Juta untuk Desa Mandiri

Pandemi Covid-19 yang masih melanda Indonesia termasuk di Jawa Timur mengguncang sektor perekonomian. Berdasarkan data dari DPMD Jatim, pada triwulan II Tahun 2020, pertumbuhan ekonomi Jatim terkontraksi -5,9 persen, triwulan III menjadi -3,75 persen, dan triwulan IV menjadi 2,64 persen.

Sementara pada triwulan I Tahun 2021 pertumbuhan ekonomi Jatim menunjukkan tanda-tanda membaik menjadi -0,44 persen, atau lebih baik dari pertumbuhan ekonomi nasional sebesar -0,74 persen.

Dilansir dari Antara pada Jumat (25/6/2021) Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Jatim Mohammad Yasin mengatakan, selama pandemi banyak kegiatan sektor ekonomi yang terhenti dan berdampak pada penurunan pendapatan sebagian besar masyarakat, bahkan kehilangan mata pencaharian.

Oleh karena itu pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Program Desa Berdaya Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa mengeluarkan anggaran Rp 100 juta sebagai bentuk penghargaan kepada 151 desa mandiri.

Desa mandiri adalah desa yang mampu mengelola pemerintahannya sendiri dengan baik.hal tersebut memang desa memiliki kekuatan baik secara politik, ekonomi, maupun sosial budaya yang harus dikembangkan melalui pembangunan serta pemberdayaan masyarakat.

Syarat desa Mandiri, terdiri dari beberapa berikut :

1.Melakukan pendayagunaan sumber daya yang ada di desa.

2.Menjalankan penataan serta pembangunan aset dalam desa.

3.Aktif dalam kelembagaan masyarakat maupun di lingkungan masyarakat

4.Tersedianya dana atau anggaran desa guna mengelola berbagai kegiatan baik pemberdayaan maupun pembangunan

5.Terdapat kerja sama antar desa dengan pihak lainnya serta terdapat pendampingan dalam desa.

Sebanyak 151 desa tersebut merupakan desa terpilih dari 332 desa kategori mandiri berdasarkan keputusan Dirjen PPMD Kemendesa Nomor 303 Tahun 2020. Bantuan ini di fokuskan untuk pemulihan ekonomi masyarakat desa di tengah pandemi Covid-19.

Penghargaan ini sebagai stimulan untuk dapat menampilkan kinerja kemandirian desa, khususnya dalam rangka menggerakkan kembali perekonomian di masa pandemi.

“Tetap fokus penanganan COVID-19, tapi juga tetap bekerja menggerakkan perekonomian warga,” ujar Yasin.

Ia menjelaskan, Program Desa Berdaya terfokus pada empat kegiatan. Pertama, menumbuhkan inovasi yang mampu menggerakkan perekonomian desa berbasis potensi dan sumber daya secara kreatif dan berkelanjutan.

Kedua, memunculkan ikon desa yang khas melalui economic branding berbasis inovasi.

ketiga, mengoptimalkan penggunaan Dana Desa untuk mendorong pertumbuhan ikon desa yang berdampak pada peningkatan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat desa, dan terakhir, menciptakan praktik keteladanan sehingga menjadi sumber inspirasi.

“Karena itulah, kegiatan orientasi tersebut sebagai upaya menambah wawasan dan menumbuhkan komitmen bersama pemerintah desa, bumdesa serta pendamping program dari unsur tenaga ahli pembangunan partisipatif dan pendamping desa, serta pendamping lokal desa,” tutupnya.(Sof.Foto.Istimewa)

Related posts