Aceh, GPriority.co.id – Pascabencana banjir dan longsor yang terjadi pada akhir tahun 2025 kemarin di beberapa wilayah kabupaten/kota di Aceh, termasuk Kabupaten Aceh Tamiang, sektor pendidikan mulai diaktifkan kembali.
Proses belajar mengajar setiap sekolah di Aceh kembali aktif meski ada beberapa gedung sekolah di daerah-daerah yang terdampak bencana kondisinya masih belum normal, atau masih dipenuhi material sisa banjir.
Proses tatap muka terus berlanjut dan dilaksanakan di tenda. Upaya menguatkan semangat para pelajar penyintas banjir, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Medikdasmen), Prof. Abdul Mu’ti menyempatkan diri datang ke Kabupaten Aceh Tamiang di hari pertama sekolah pascabencana banjir sekaligus melihat langsung kondisi fasilitas pendidikan disana.
Sebelum lakukan beberapa kegiatan disana, Medikdasmen mengawalinya dengan menjadi pembina upacara di salah satu sekolah di Kabupaten Aceh Tamiang, yakni di SMA Negeri 4 Kejuruan Muda.
Di kesempatan itu, Abdul Mu’ti memberikan pesan penuh motivasi kepada para siswa. Kata dia, jika musibah yang terjadi bukanlah hukuman, melainkan pelajaran berharga untuk membentuk karakter yang kuat, tangguh dan pantang menyerah.
Mendikdasmen menekankan jangan sampai musibah merenggut optimisme dan cita-cita.
“Tidak boleh. Kalian adalah generasi harapan Indonesia. Tetaplah belajar, tetaplah bermimpi, dan jangan pernah berhenti berusaha meskipun dalam keterbatasan,” kata Menteri Abdul Mu’ti.
Abdul Mu’ti mengaku pihaknya terus berkomitmen untuk terus memprioritaskan revitalisasi sekolah-sekolah terdampak bencana melalui alokasi anggaran tahun 2026.
Tujuannya, kata dia, untuk memastikan kembali ketersediaan sarana dan prasarana pendidikan yang layak bagi para siswa pascabencana.
Menurutnya, upacara hari pertama sekolah ini menjadi momentum penting untuk membangkitkan semangat belajar dan menumbuhkan optimisme serta memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang dalam mewujudkan pendidikan yang bermutu dan berkeadilan bagi seluruh generasi muda.
Upacara berlangsung khidmat ketika Mendikdasmen bertindak sebagai pembina upacara. Kegiatan tersebut menjadi simbol dimulainya kembali aktivitas pembelajaran sekaligus momentum kebangkitan dunia pendidikan pascabencana di Kabupaten Aceh Tamiang.
Terpisah, wakil Bupati Aceh Tamiang, Ismail, sangat mengapresiasi atas kehadiran langsung Mendikdasmen di Aceh Tamiang. Menurutnya, kehadiran pemerintah pusat menjadi bentuk perhatian nyata terhadap pemulihan dan penguatan sektor pendidikan di daerah.
“Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas perhatian Bapak Menteri. Kehadiran beliau memberikan motivasi besar bagi para pelajar, guru dan seluruh masyarakat Aceh Tamiang untuk bangkit dan kembali menata masa depan melalui pendidikan,” ujar Ismail.
