Potret Kesejahteraan PTT Halmahera Tengah

GPRIORITY,MALUT – Salah satu masalah sosial yang tak kunjung terpecahkan hingga saat ini adalah kesejahteraan para honorer di Indonesia. Secara statistik hingga saat ini masih ada ratusan juta honorer belum memenuhi hak dan kewajibannya selama mengabdi. Kesejahteraan honorer adalah isu using yang hingga kini masih saja membayangi di Indonesia.

Kabar gembira bagi Pegawai Tidak Tetap (PTT) di Kabupaten Halmahera Tengah. Pemeritah menaikkan gaji sebesar Rp 1.750,000, per bulan di tahun 2021. Senyum manis terlihat dari raut wajah para PTT yang menghadiri apel perdana Kamis (18/02/2021) bersama Bupati dan Wakil Bupati Halmahera Tengah, Drs. Edi Langkara, SH, dan Abd. Rahim Odeyani, SH.MH.

Beragam ekspresi diperlihatkan para PTT seperti yang diunggah di facebook. Dalam penerima gaji PTT sejak tahun 2017 sebesar Rp500.000, per bulan. Di Tahun 2018 dinaikkan menjadi Rp 750.000, dan Tahun 2020 gaji kembali dinaikkan sebesar Rp 1.500.000, dan Tahun 2021 dinaikkan lagi menjadi Rp.1.750.000, per bulan. Dihadapan PTT, Bupati menyampaikan, bahwa kenaikan gaji PTT demi meningkatkan kesejahteraan dilingkup Pemerintahan Halteng. “Jangan berkecil hati, kalian PTT menerima gaji hampir sama dengan PNS juga, sebab kalian juga pegawai,” kata Edi Langkara sapaan akrab Elang dalam rapat apel bersama PTT saat itu.

Sementara di kabupaten kota maupun Provinsi di Indonesia masih menggantung kesejahteraan para PTT atau honorer, dan hingga kini masih dengan gaji yang rendah. Salah satu guru honorer Sahril Jalil yang telah mengabdi selama 10 tahun di SD 1 Kota Ternate, menerima upah per bulan hanya Rp 200.000. (Berita Satu/25/11/2020).

Sementara diluar Maluku Utara, sebagian besar gaji honorer rata-rata Rp.300.000, dan Rp 500.000. Salah guru honorer di kabupaten Bekasi atas nama Muftahani Syarif mengaku menerima upah hanya Rp 300.000 per bulan, itu pun upah dibayar tiga bulan sekali. Nasib yang sama juga dialami Mamduh Jamaludin guru pengajar di Banten yang viral atas curhatannya di Twitter, telah menerima gaji per bulan 100 ribu, hanya cukup untuk membeli kuota internet 10 GB.

Di Sulawesi Selatan, pada 18 Februari 2021 lalu, ada pemberitaan TvOne tentang pemberhentian seorang guru honorer di SD 169 Sadar, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan atas nama Hervina, mengunggah sebuah catatan di akun Facebook-nya. Dalam unggahan tersebut, Hervina menulis catatan tangan di selembar kertas. Di kertas tersebut tertulis, dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) selama empat bulan Rp 700.000. Dia juga merinci, pembayaran utang Rp 500.000, untuk Mami (ibunya) Rp 100.000, dan untuk kedua anaknya, Aqwan Rp 50.000, lalu Alyia Rp 50.000. Di bagian bawah catatan dia menulis, “Untuk saya mana” ?.

Unggahan ini kemudian ramai dan keesokan harinya Hervina diberhentikan dari sekolah. Hervina yang sudah mengajar selama 16 tahun membuat dirinya menjadi pengangguran mendadak. Para honorer yang mengabdikan dirinya kepada bangsa dan negara namun haus hidup dengan mengencangkan ikat pinggang. Mereka harus bertahan hidup dengan penghasilan ala kadarnya.

Kembali pada pengabdi PTT Halteng, entah apa yang dipikirkan mereka, hingga wajah mereka begitu senyum ketika mendengar langsung kenaikan gajinya dari Bupat Elang mengumumkan kenaikan gaji di tahun 2021, tentu mereka ingin kesejahteraan. Perhatian pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan para PTT begitu serius, hingga tiap tahun terjadi kenaikan gaji. Semoga tahun-tahun akan datang upah para PTT dapat dinaikkan, dan kenaikan gaji harus sejalan kinerjanya. (WM)

Related posts