Pound Fit di MRT Menjamur, Jakarta Minim Ruang Terbuka Hijau?

Pound Fit di MRT Menjamur, Jakarta Minim Ruang Terbuka Hijau? Pound Fit di MRT Menjamur, Jakarta Minim Ruang Terbuka Hijau?

Jakarta, GPriority.co.id – Belakangan, olahraga pound fit di MRT menjamur. Sontak, hal tersebut memicu protes dari pengguna MRT Jakarta yang merasa terganggu dengan kegiatan tersebut. Hal ini disinyalir karena Jakarta minim ruang terbuka hijau.

Setelah ditelusuri lebih lanjut, ternyata olahraga pound fit di MRT ini sebenarnya program dari pihak MRT Jakarta.

Mereka yang merasa terganggu, menilai bahwa kegiatan pound fit di MRT adalah buntut dari kurangnya ruang terbuka hijau di Jakarta.

Sebagai informasi, saat ini luasan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Jakarta berada pada angka 9,98%.

Berdasarkan UU No. 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang, sebuah kota harusnya memiliki minimal 30% RTH dari total luas wilayahnya.

Hal ini menandakan bahwa luas RTH di Jakarta masih jauh dari yang ditargetkan.

Menurut data yang dilansir dari Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta, cakupan RTH di Jakarta hanya seluas 33,33 km2.  

Luas tersebut hanya mencakup 5,18% dari total luas Jakarta yang mencapai 664,01 km2.

Sebaran RTH ini belum merata dan masih terkonsentrasi di beberapa wilayah. Diantaranya seperti di Jakarta Pusat dan Jakarta Selatan.

Masalah Yang Muncul Akibat Kurangnya RTH di Jakarta

Akibat kekurangan ruang terbuka hijau di Jakarta, beberapa masalah pun timbul.

Pertama, yaitu berkaitan dengan masalah polusi udara. Terlebih Jakarta juga erat dengan kemacetan.

Ditambah lagi ruang publik seperti taman, gedung olahraga, dan pusat seni yang menjadi salah satu faktor penting kebahagiaan warga Jakarta.

Ternyata, kurangnya ruang terbuka hijau di Jakarta menjadikan warganya tidak bahagia.

Didasari hal tersebut, Jakarta menduduki peringkat 8 kota paling tidak bahagia di Indonesia, dengan tingkat skor 70,58.

Padahal, kota yang memiliki tingkat RTH sebesar 30% lebih mempunyai beberapa manfaat.

Diantaranya seperti menjadi kota yang layak huni, rendah atau bahkan tangguh bencana, warganya pun lebih sehat karena ruang terbuka hijau terbukti dapat menekan polusi udara dan emisi karbon.

Jika dilihat dari data yang ada, Jakarta masih jauh tertinggal dari Singapura yang luas ruang terbuka hijaunya mencapai 39%. Negara tersebut juga menargetkan luas RTHnya bertambah menjadi 56%.

Perlu diketahui, masalah ruang terbuka hijau ini sudah menjadi sering dibahas di publik.

Mirisnya, karena Jakarta kekurangan ruang terbuka hijau, anak-anak pun banyak yang terpaksa bermain di wilayah yang tak layak dan berbahaya. Salah satunya di perlintasan kereta api juga tempat pemakaman umum (TPU).

Foto : Istimewa