Jakarta, GPriority.co.id – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, mengingatkan pentingnya menjaga jati diri bangsa di tengah derasnya arus globalisasi.
Saat memberikan sambutan pada agenda “Pembukaan Munas XVI IPSI” di Jakarta, Sabtu (11/4), Prabowo menegaskan agar masyarakat Indonesia tidak mudah terkesima oleh budaya asing, melainkan tetap menghormati dan melestarikan budaya sendiri sebagai identitas nasional.
Ia menyoroti fenomena sebagian masyarakat yang cenderung lebih mengagungkan budaya luar dibandingkan warisan budaya lokal. Menurutnya, sikap tersebut perlu diubah agar bangsa Indonesia tidak kehilangan karakter dan keunikan yang dimiliki.
“Jangan kita terkesima dengan hal-hal yang asing. Kita harus hormati budaya kita sendiri,” ujar Prabowo.
Lebih lanjut Prabowo menekankan bahwa kekuatan suatu bangsa tidak hanya terletak pada aspek ekonomi dan militer, tetapi juga pada kekayaan budaya yang menjadi ciri khasnya.
Prabowo menjelaskan bahwa Indonesia merupakan negara dengan keberagaman budaya yang luar biasa. Dari Sabang hingga Merauke, setiap daerah memiliki tradisi, bahasa, seni, dan nilai-nilai luhur yang patut dijaga. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya generasi muda, untuk lebih mencintai budaya lokal.
Meskipun dalam konteks globalisasi yang semakin terbuka, Prabowo mengakui bahwa interaksi dengan budaya asing tidak bisa dihindari. Namun, ia mengingatkan agar masyarakat tetap memiliki filter dalam menyerap pengaruh luar.
Menurutnya, sikap selektif sangat penting agar nilai-nilai budaya Indonesia tidak terkikis oleh budaya asing yang belum tentu sesuai dengan jati diri bangsa.
Lebih lanjut, Prabowo menegaskan bahwa menghormati budaya sendiri bukan berarti menutup diri dari dunia luar. Ia justru mendorong masyarakat untuk tetap belajar dari negara lain, namun dengan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai lokal.
“Kita boleh belajar dari bangsa lain, tapi jangan sampai kita kehilangan kepribadian kita sendiri,” katanya.
Pernyataan ini juga menjadi refleksi atas tantangan yang dihadapi Indonesia di era modern, di mana budaya populer global dengan mudah masuk melalui teknologi dan media sosial.
Selain itu, Prabowo juga menyinggung pentingnya kebanggaan terhadap produk dalam negeri sebagai bagian dari penghormatan terhadap budaya sendiri. Ia mengajak masyarakat untuk lebih mencintai karya anak bangsa, baik dalam bentuk seni, kuliner, maupun produk industri kreatif
