Jakarta, GPriority.co.id – Belum selesai permasalahan pengangkatan ASN yang ditunda, kini Presiden Prabowo kembali menyoroti kecenderungan banyaknya warga RI yang ingin menjadi ASN, tapi tak bekerja maksimal setelah diterima.
Dalam hal ini, Prabowo menegaskan bahwa ASN bertugas untuk melayani masyarakat, bukan sekadar mencari kenyamanan. Melalui agenda peresmian mekanisme baru penyaluran tunjangan guru ASN di Jakarta, Prabowo juga menekankan pentingnya evaluasi terhadap birokrat yang tidak mau mengikuti perkembangan.
Ia pun turut mengkritik sikap beberapa ASN yang dinilai memperlambat proses administrasi, hingga akhirnya menyulitkan masyarakat. Menurut Presiden Prabowo, sistem pelayanan publik harus dapat diubah agar lebih cepat dan efisien bagi warga Indonesia.
Pengangkatan 1,2 CASN Ditunda
Jika anda belum mengetahuinya, sebelumnya pemerintah Indonesia secara resmi memutuskan untuk menunda pengangkatan sebanyak 1,2 juta calon ASN yang lulus seleksi karena berbagai kendala administratif yang terjadi.
Adapun semula pengangkatan CASN dijadwalkan pada kuartal I dan II 2025. Hingga akhirnya diundur menjadi 1 Oktober 2025. Sementara untuk PPPK diangkat pada 1 Maret 2026 mendatang.
Menurut Menteri PAN-RB Rini Widyantini, ada empat alasan utama ditetapkannya penundaan. Diantaranya termasuk perbedaan penetapan tanggal mulai tugas (TMT), penyesuaian data formasi, serta kebutuhan instansi untuk menyelesaikan pengadaan ASN dan PPPK.
Kendati ada penundaan, pemerintah memastikan jika seluruh peserta yang lulus akan tetap diangkat sesuai jadwal yang telah disepakati dengan DPR RI.
Editor: Novita Intan
Foto : Dok. ANTARA
