Profil Nadiem Makarim: Dari Pendiri Gojek hingga Tersangka Korupsi Chromebook

Nadiem Makarim mengenakan seragam tahanan/Foto : Dok Akun X @Naz_lira Nadiem Makarim mengenakan seragam tahanan/Foto : Dok Akun X @Naz_lira

Jakarta, GPriority.co.id – Nadiem Makarim (NAM) resmi ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Agung (Kejagung) dalam kasus dugaan korupsi pengadaan laptop berbasis Chromebook di Kemendikbudristek pada 2019–2022.

Sebelum ditetapkan sebagai tersangka, mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) ini sempat diperiksa sebanyak tiga kali sebagai saksi, termasuk pada Kamis (4/9).

“Dari hasil pendalaman, keterangan saksi-saksi, dan juga alat bukti yang ada, pada sore ini, hasil dari ekspose telah menetapkan tersangka baru dengan inisial NAM,” kata Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung Anang Supriatna dalam konferensi pers, Kamis (4/9/2025).

Direktur Penyidikan (Dirdik) Jampidsus Kejagung, Nurcahyo Jungkung Madyo, mengatakan Nadiem menimbulkan kerugian negara sebanyak Rp1.980.000.000.000 atas kasus tersebut.

“Kerugian keuangan negara yang timbul dari kegiatan pengadaan TIK (teknologi informasi dan komunikasi) diperkirakan senilai kurang lebih Rp1.980.000.000.000. Yang saat ini masih dalam penghitungan kerugian keuangan negara oleh BPKP,” ujar Nurcahyo.

Profil Nadiem Makarim

Nadiem bernama lengkap Nadiem Anwar Makarim. Ia lahir di Singapura pada 4 April 1984. Ia merupakan anak ketiga dari pasangan Nono Anwar Makarim dan Atika Algadri. Ayah Nadiem adalah aktivis sekaligus pengacara ternama di Tanah Air.

Dalam hal pendidikan, Nadiem menempuh pendidikan dasar dan menengah pertama di Indonesia, lalu melanjutkan pendidikan menengah atas di Singapura.

Setelahnya, Nadiem melanjutkan pendidikan strata satu (S1) di Brown University jurusan Hubungan Internasional.

Saat bersekolah, Nadiem terbilang sangat aktif, terbukti dengan dirinya pernah mengikuti pertukaran pelajar di London School of Economics and Political Science di Inggris.

Setelah lulus S1, Nadiem melanjutkan S2 ke Harvard University, hingga meraih gelar Master of Business Administration. Ayah Nadiem juga merupakan alumni kampus tersebut.

Dalam hal pekerjaan, Nadiem pernah bekerja di perusahaan konsultan internasional, McKinsey & Company di Jakarta, selama tiga tahun.

Lalu, pada tahun 2010 ia mulai mendirikan startup sendiri, yakni Gojek, yang kini menjadi PT Aplikasi Karya Anak Bangsa.

Di berbagai kesempatan, Nadiem menjelaskan bahwa alasan menghadirkan Gojek karena ia sering menggunakan ojek untuk ke kantor. Ia pun mencoba mengawinkan teknologi dan ojek menjadi inovasi baru. Bisnis Gojek ini lantas membuat nama Nadiem dikenal oleh masyarakat Indonesia.

Setelahnya, Presiden ke-7 Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) menunjuk Nadiem menjadi Mendikbudristek pada Oktober 2019.

Selama menjadi Mendikbudristek, ada banyak kebijakan besar yang dibuat oleh Nadiem, salah satunya penghapusan Ujian Nasional (UN) pada 2020. Meski sempat menimbulkan kontroversi di tengah masyarakat, kebijakan itu akhirnya diterima dan berlangsung hingga hari ini.

Pewarta : Fifi Abdurahman