Sandiaga Uno Minta Program Studi Tur Dijalanlan Kembali, Ini Syaratnya

Jakarta, GPriority.co.id – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno meminta agar program studi tur dijalankan kembali di Sekolah dengan syarat sarana transportasi harus sesuai dengan aturan pemerintah. Sandiaga menyampaikan bahwa larangan melakukan studi tur keluar daerah hanya merupakan salah satu upaya jangka pendek untuk membenahi sisi transportasi, khususnya bus pariwisata.

“Kalau transportasinya sudah mumpuni, sudah teregistrasi, SDM-nya juga andal dan prima, maka saya meminta agar studi tur ini dijalankan kembali,” ujar Sandiaga dalam “The Weekly Brief with Sandi Uno” secara virtual dipantau GPriority di Jakarta, Senin (20/5).

Menurut Sandiaga, kegiatan studi tur dapat menambah pengalaman belajar para siswa. Siswa-siswa tersebut akan mendapatkan banyak ilmu baru di luar ruang sekolah. Selain itu, studi tur juga memberikan dampak pada ekosistem pariwisata Indonesia yang semakin berkembang.

“Banyak ilmu yang bisa kita dapatkan dari pengalaman itu, bahkan beberapa sekolah di luar Indonesia mengadakan studi tur di Indonesia. Ironis kalau kita justru melarang pelajar-pelajar kita untuk berkegiatan studi tur,” kata Sandiaga.

Sandiaga meminta sekolah-sekolah yang ingin melakukan studi tur untuk memeriksa kendaraan yang akan digunakan, seperti meminta perusahaan otobus (PO) menunjukkan bukti registrasi bus pariwisata dan sertifikat lolos uji kelaikan dari Kementerian Perhubungan.

Lebih lanjut, Sandiaga menegaskan pihaknya akan terus melakukan sosialisasi terkait pengawasan dan pemilihan moda angkutan yang sesuai dengan peraturan pemerintah, salah satunya melalui sertifikat lolos uji kir.

“Pihak sekolah, instansi dan organisasi harus memilih moda transportasi wisata yang andal dan lolos uji kelaikan dan menunjuk sopir, SDM, kernet dan mekanik yang memiliki registrasi dan sertifikasi,” ujarnya.

Nama: Ahmad Faqih Zuhair
Foto: Screenshoot Zoom “The Weekly Brief with Sandi Uno” (GPriority)