Sejumlah Politisi Papua Dukung Bomberay Raya Jadi Provinsi Baru

Jakarta, GPriority.co.id – Masyarakat adat Bomberay Provinsi Papua Barat mendatangi Komisi II DPR RI guna melakukan audiensi terkait pemekaran terhadap Daerah Otonom Baru (DOB) Provinsi Bomberay Raya pada Senin, (5/9/2022).

Gubernur Papua Barat Paulus Waterpauw menjelaskan isi pernyataan dari masyarakat adat Bomberay tentang DOB dihadapan Komisi II DPR RI.

“Yang pertama masyarakat menginginkan adanya pembentukan Provinsi Bomberay Raya yang meliputi Kabupaten Fakfak, Kaimana, Teluk Wondama dan Teluk Bintuni,” kata Paulus menjelaskan isi pernyataan masyarakat adat Bomberay.

Paulus menambahkan, apabila Kabupaten Bomberay Raya digabung ke dalam Provinsi Papua Barat Daya, pemerintah pusat harus memfasilitasi pertemuan antara pemangku kepentingan di wilayah tersebut untuk mencapai pemahaman bersama.

Selain itu, masyarakat adat Bomberay juga meminta untuk segera memproses Kabupaten Kokas dan Kota Fakfak sebagai DOB di Papua Barat Daya agar perencanaan pembentukan Bomberay Raya sebagai Provinsi dapat berlangsung ke depannya.

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Fakfak, Untung Tamsil turut menyampaikan dukungannya terhadap masyarakat adat Bomberay di Kabupaten Fakfak atas kebijakan pemerintah berdasarkan UU Otonomi Khusus No.2 Th 2021.

“Masyarakat adat Bomberay di Fakfak juga mendukung sepenuhnya upaya asosiasi para bupati dalam membentuk Bomberay Raya sebagai Provinsi Baru,” kata Untung.

Untung menambahkan bahwa masyarakat adat Bomberay di wilayah Fakfak meminta kepada pemerintah pusat untuk segera merealisasikan pembentukan provinsi baru Bomberay Raya atas dasar pertimbangan kesamaan sejarah, ikatan emosional, filosofi dan sosiologi.

“Memperhatikan semangat perjuangan putra-putri asli di wilayah adat Bomberay Kabupaten Fakfak dalam memperjuangkan sejarah Irian Barat untuk masuk ke dalam NKRI, maka masyarakat meminta perhatian khusus dari pemerintah pusat agar segera membentuk DOB Provinsi Bomberay Raya,” ujarnya.

Menanggapi pernyataan Bupati Fakfak, Ketua Komisi II DPR RI Yanuar mengatakan bahwa semua aspirasi telah ditampung.

“Mudah-mudahan ini menjadi keputusan yang sempurna dalam proses pembentukan Papua Barat Daya,” kata Yanuar.

Pemekaran DOB Provinsi Bomberay Raya juga mendapat dukungan dari sejumlah politisi, salah satunya adalah Ketua Majelis Rakyat Papua Barat, (MRP) Maxsi Nelson Ahoreng yang juga hadir dalam audiensi tersebut.

“Kami menyampaikan kepada Ketua Komisi II bahwa seperti apa yang disampaikan oleh PJ Gubernur Paulus Waterpauw, terkait Provinsi Bomberay Raya sangat mendukung sekali,” kata Nelson Ahoreng.

Dukungan Bomberay Raya menjadi Provinsi pun juga mengalir dari Ketua DPR Provinsi Papua Barat, Orgenes Wonggor. Dia mengatakan DPR Papua Barat akan siap dan mendukung penuh Bomberay Raya sebagai Provinsi baru. (Hn.Foto.dok.GP)