Soal Kasus Puluhan Petugas KPPS yang Meninggal, Menkes: Kalau Bekerja Jangan Dipaksakan

Jakarta, GPriority.co.id – Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin, turut menyampaikan duka citanya atas adanya laporan kematian dari petugas KPPS. Kementerian Kesehatan RI menerima laporan setidaknya ada 27 petugas KPPS yang meninggal dunia selama pelaksanaan Pemilu 2024. Kebanyakan mereka meninggal dunia akibat kelelahan.

Meski demikian, dikatakan Budi, angka kematian tersebut masih lebih rendah dibandingkan pemilu lima tahun yang lalu.

“Kami merasa bahwa masyarakat sudah lebih paham kalau bekerja itu jangan terlalu dipaksakan. Ke depan kami ingin Indonesia nol kasus (kematian KPPS),” ujar Budi dikutip dari RRI, Sabtu (17/2).

Menurutnya, petugas KPPS sudah mulai sadar bahwa kesehatan lebih penting. Bahkan, mereka mulai menyadari adanya resiko kesehatan yang mungkin dihadapi selama bertugas. Oleh karena itu, Menkes berharap skrining kesehatan pada petugas KPPS saat ini dapat terus dilakukan. Utamanya, untuk pelaksanaan pemilu selanjutnya, sehingga angka kesakitan dan kematian petugas KPPS dapat ditekan.

“Rata-rata mereka (petugas KPPS) punya komorbid, ada darah tinggi, ada diabetes. Mungkin yang akan kami lakukan sebelum jadi anggota KPPS diskrining dulu,” ungkap Budi.

Kemenkes sendiri memiliki kebijakan dalam pemilihan anggota KPPS. Seperti batas usia mulai dari 20-55 tahun. Anggota yang diterima juga diutamakan orang-orang yang tidak memiliki komorbid atau penyakit kronis, seperti penyakit jantung, hipertensi, gangguan ginjal, stroke, dan penyakit paru.

Kemudian, jam kerja anggota KPPS juga dibatasi selama 8-10 jam dalam sehari.

Sosialisasi mengenai protokol kesehatan dan konsep 4C bagi anggota KPPS juga telah disosialisasikan, yakni cukup tidur, cukup minum, cukup makan, dan cukup olahraga.

Sementara itu, KPU mencatat terdapat 3.909 anggota KPPS yang jatuh sakit pasca-menjalankan tugas penghitungan suara. Mereka di antaranya 119 panitia pemilihan kecamatan (PPK), 596 PPS, 2.878 KPPS dan 316 petugas linmas.

Foto: Ayo Bandung