Jakarta, GPriority.co.id – Kondisi masyarakat Gaza, Palestina, nampaknya semakin hari semakin mengkhawatirkan. Baru-baru ini seorang ibu di Gaza Utara bernama Amira al-Taweel, pergi ke apotek untuk mencarikan susu bagi putranya, Youssef. Namun ia tidak menemukan satu wadah pun untuk memuaskan rasa lapar anaknya.
Youssef menerima makanan, namun tidak menerima susu. Dilaporkan, bahwa stok susu menjadi sangat langka dan bahkan tidak tersedia sekalipun di rumah sakit, apotek, hingga toko. Karena keadaan ini, Amira terpaksa memberikan tepung kepada putranya yang akhirnya menyebabkan kembung.
Sementara itu, kantor media pemerintah Hamas melaporkan setidaknya terdapat 32 orang tewas akibat kekurangan gizi di Gaza Palestina, sejak konflik dengan Israel dimulai. Selain itu, WHO mengklaim bahwa lebih dari empat sampai lima anak di Palestina, tidak makan. Bahkan mereka paling banyak makan hanya sekali dalam 72 jam.
Melihat kondisi ini, banyak masyarakat terutama di Indonesia, yang menanyakan tentang sumbangan yang dikirimkan dari berbagai penjuru dunia untuk warga Palestina.
“Sumbangan banyak, nggak pada nyampe ya,” tulis seorang warganet yang juga menambahkan emoticon sedih di akhir kalimatnya.
Padahal penggunaan tepung sangat tidak dianjurkan untuk bayi. Jika gluten pada tepung sulit dicerna pada usus orang dewasa, apalagi jika dicerna di usus bayi.
Sebelumnya dilaporkan jika banyak anak-anak dan kaum perempuan yang juga menjadi korban dari kekejaman Israel. Pihak Israel mengirim bom ke daerah Rafah, hingga menewaskan ratusan jiwa dalam satu waktu.
Foto : Al Jazeera
