Tetap Viral Tanpa Hilang Moral

Makassar,Gpriority- Makkasar, Sulawesi Selatan kembali dipilih menjadi tuan rumah virtual bagi Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi, yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo.

Program yang mengangkat tema “ Tetap Viral Tanpa Hilang Moral” ini diikuti 419 peserta dari berbagai kalangan.

Guna membuat acara ini bertambah meriah, Empat orang narasumber dihadirkan, yaitu Tati selaku dosen dan peneliti Universitas Muhammadiyah Bandung, Fatmawati selaku Founder Muara Literasi Makassar, Andri Fikri Paokuma selaku Founder Gesit Pendamping Keluarga Harapan, serta Nur Aina selaku pemengaruh. Diskusi tersebut dimoderatori oleh Agung Cahyono selaku jurnalis televisi. Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi menargetkan 57.550 orang peserta.

Acara dimulai dengan sambutan berupa video dari Presiden Republik Indonesia Joko Widodo yang menyalurkan semangat literasi digital untuk kemajuan bangsa. Berlanjut ke sesi pemaparan, materi pertama dibawakan oleh Tati yang mengangkat tema “Positif, Kreatif, dan Aman di Internet”. Tati mengatakan, era digitalisasi membuat komunikasi antar individu perlahan mulai berubah. Contohnya, saat ini umumnya generasi muda lebih sering berinteraksi lewat dunia digital. Sehingga, etika digital perlu diperhatikan agar kita tetap dapat viral tanpa harus kehilangan moral. “Hal yang dapat dilakukan untuk menjunjung etika dalam berinternet, di antaranya memahami isu, sopan, tidak provokatif, dan menghindari isu-isu yang menyinggung SARA,” ujarnya.

Sesi pemaparan materi dilanjutkan oleh Nur Aina dengan materi berjudul “Jejak Digital”. Jejak digital merupakan kumpulan jejak dari semua data digital, baik dokumen maupun akun digital. Jejak ini tersimpan di komputer maupun daring serta diibaratkan sebagai bom waktu yang siap meledak karena dapat dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu yang menargetkan pemilik jejak. Terlebih, jika pemiliknya mempunyai jejak yang buruk. “Salah satu cara menjaga jejak digital tetap bersih adalah membangun citra diri yang positif di dunia digital,” terang dia.

Pemateri ketiga, Fatmawati, membahas mengenai “Memahami Batasan dalam Kebebasan Berekspresi di Dunia Digital”. Menurut dia, saat seseorang berekspresi di dunia digital, ia harus memahami bahwa ada batasan yang harus dipatuhi. Contohnya, sebelum berkomentar di dunia maya, baca unggahan atau video secara menyeluruh terlebih dahulu. Selain itu, gunakan bahasa yang sopan dan jika ingin mengkritik, hendaknya berikan kritik membangun, bukan menjatuhkan. “Jangan mudah terkecoh dengan judul yang (umumnya) provokatif,” pesannya.

Andri Fikri Paokuma menutup sesi pemaparan materi dengan materi berjudul “Dunia Maya dan Rekam Jejak Digital”. Menurutnya, menjaga data diri di dunia maya sama dengan menjaga keselamatan diri kita di dunia nyata, sebab data yang kita berikan ke internet merupakan data yang bersifat primer dan pribadi seperti NIK, KK, alamat rumah, dan sebagainya. “Potensi bahaya akan terjadi jika kita sendiri tidak mampu menjaga data diri kita,” ucapnya.

Selanjutnya, moderator membuka sesi tanya jawab yang disambut meriah oleh para peserta. Selain bisa bertanya langsung kepada para narasumber, peserta juga berkesempatan memperoleh uang elektronik masing-masing senilai Rp100.000 bagi 10 penanya terpilih.

Salah seorang peserta bertanya apakah kemajuan teknologi memungkinkan berkembangnya kejahatan. Nur Aini mengatakan bahwa hal tersebut kerap terjadi, sehingga ia mengimbau agar masyarakat waspada saat berinteraksi dengan orang tak dikenal di internet. “Beritahu orang terdekat saat kita berkenalan dengan orang yang tidak dikenal di internet,” pesannya.

Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi akan diselenggarakan secara virtual mulai Mei 2021 hingga Desember 2021 dengan berbagai konten menarik dan informatif yang disampaikan narasumber terpercaya. Bagi masyarakat yang ingin mengikuti sesi webinar selanjutnya, silakan kunjungi https:www.siberkreasi.id/ dan akun sosial media @Kemenkominfo dan @siberkreasi, serta @siberkreasisulawesi khusus untuk wilayah Sulawesi. (Hs.Foto.dok.Dyandra Promosindo)

Related posts