4 Hal dari Jokowi Untuk Tingkatkan Ketangguhan Hadapi Bencana

Presiden RI Joko Widodo mengatakan Indonesia harus meningkatkan ketangguhan dalam menghadapi bencana. Apalagi Indonesia merupakan negara yang memilki resiko bencana geo-hidrometeorologi yang tinggi dan dalam waktu bersamaan dapat terjadi multi bencana.

Hal tersebut Presiden sampaikan saat Rapat Koordinasi Pembangunan Nasional (Rakorbangnas) Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Tahun 2021, secara virtual dari Istana Merdeka, DKI Jakarta, Kamis (29/07/2021).

“Dengan tantangan yang semakin meningkat, maka kita harus meningkatkan ketangguhan kita dalam menghadapi bencana, menguatkan manajemen penanganan bencana, dan meningkatkan kemampuan untuk mengantisipasi dan memitigasi bencana untuk mengurangi risiko korban jiwa, kerusakan, dan kerugian harta benda,” ujar Presiden.

Seperti contoh pada kejadian bencana gempa bumi pada kurun waktu tahun 2008-2016 rata-rata 5.000-6.000 kali dalam satu tahun. Pada tahun 2017 meningkat menjadi 7.169 kali dan tahun 2019 jumlahnya meningkat signifikan menjadi lebih dari 11.500 kali.

Maka dari itu, untuk meningkatkan ketangguhan dalam menghadapi Presiden Jokowi menekankan empat hal.

1. Layanan BMKG harus disertai dengan inovasi-inovasi yang mengikuti perkembangan teknologi terbaru.

2. Peringatan BMKG harus digunakan sebagai rujukan dalam pengambilan keputusan pemerintah di berbagai sektor. Informasi dari BMKG, seperti kekeringan, cuaca ekstrem, gempa, dan kualitas udara, harus menjadi perhatian dan acuan bagi berbagai sektor dalam merancang kebijakan dan pembangunan.

Kebijakan nasional dan daerah juga harus betul-betul sensitif dan antisipatif terhadap kerawanan bencana. Untuk itu, Presiden meminta agar sinergi dan kolaborasi antara BMKG dengan kementerian dan lembaga, serta pemerintah daerah harus terus diperkuat.

3. Pentingnya peningkatan kapasitas manajemen penanggulangan dan adaptasi bencana, terutama di tingkat daerah dari tingkat kelurahan, desa, hingga provinsi secara terus menerus.

Menurut Jokowi harus ada desain manajemen jelas yang melibatkan pemerintah, swasta, dan masyarakat, sejak fase prabencana, tanggap darurat, dan pascabencana. Manajemen tersebut juga perlu disimulasi dan dilatih sehingga siap dalam menghadapi bencana.

4. Perlu adanya edukasi yang berkelanjutan kepada masyarakat, terutama masyarakat di wilayah rawan bencana.

Selain menginfokan cuaca dan keadaan alam lainnya, Presiden Jokowi juga meminta kepada BMKG untuk memberikan edukasi kepada masyarakat cara menghadapi bencana. Juga mencari dan memanfaatkan informasi yang benar yang disediakan oleh sumber-sumber resmi, sehingga tidak mudah termakan berita bohong. (dwi)

Related posts