6 Amalan Sebelum dan Sesudah Melaksanakan Shalat Idul Fitri

Idul Fitri merupakan hari raya umat muslim yang diperingati setiap tanggal 1 Syawal. Kehadiranya selalu dinantikan sebagai berkah setelah menunaikan puasa Ramadlan selama sebulan penuh.

Satu hal yang dianjurkan saat Idul Fitri adalah mengerjakan sunah shalat Id secara berjamaah di masjid, lapangan, atau tempat terbuka lainnya. Umumnya setelah mengerjakan shalat Id orang-orang saling bersalam-salaman dan meminta maaf atas kesalahannya, baik yang disengaja maupaun tidak.

Banyak hal baik yang terkandung didalamnya, kita dianjurkan untuk mengerjakan amalan sunah lainnya yang dapat kita lakukan sebelum dan sesudah Idul Fitri, diantaranya:

1. Mengumandangkan Takbir

Rasulullah SAW memiliki kebiasaan mengumandangkan takbir pada malam terakhir Ramadhan hingga pagi hari pertama Syawal. Pada dasarnya, lafad takbir sebagi berikut:

“Allahu Akbar , Allahu Akbar, Allahu Akbar, La Ilaha Illa Allah, Allahu Akbar, Allahu Akbar wa lillahi Alhamd.” (Allah adalah yang paling agung, tidak ada yang berhak disembah selain Allah. Allah adalah yang paling agung, dan bagi Allah adalah milik semua pujian.)

Ini juga sesuai dengan firmankan Allah SWT dalam Alqur’an Surah Al-Baqarah ayat 185: “Dan hendaklah kamu sempurnakan bilangan puasa serta bertakbir (membesarkan) nama Allah atas petunjuk yang telah diberikan-Nya kepadamu, semoga dengan demikian kamu menjadi umat yang bersyukur.”

2. Mandi dan Memotong Kuku Sebelum Shalat Id

Saat lebaran, kita disunahkan untuk membersihkan diri dengan memotong rambut, kuku, dan mandi sebelum berangkat shalat Id. Hal tersebut mengikuti teladan sahabat nabi, ‘Ali bin Abi Thalib dan Abdullah bin Umar yang membiasakan mandi sebelum salat Ied.

Dalam hadits riwayat Ibnu Majah, Nabi Muhammad SAW bersabda: ” Dan dari Amdullah bin Abbas Raliyallahu Anhuma, ia berkata, ‘Bahwasannya Nabi Sallallahu Alaihi wa Sallam mandi pada hari Idul Fitri dan Idul Adha.”

3. Memakai Pakaian Terbaik dan Wangi-wangian

Dianjurkan bagi kita untuk mengenakan pakaian terbaik bagi pria dan wanita serta mengenakan wewangian.
“Dari Ali bin Abi Thalib Radhiallahu ‘Anhu, bahwa: Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam memerintahkan kami pada dua hari raya untuk memakai pakaian terbaik yang kami punya, dan memakai wangi-wangian yang terbaik yang kami punya, dan berkurban dengan hewan yang paling mahal yang kami punya.” (HR. Al Hakim dalam Al Mustadrak)

Hadis lain yang diriwayatkan dari Jabir RA bahwa: “Rasulullah SAW memiliki jubah khusus yang beliau gunakan untuk Idulfitri dan Iduladha, juga untuk digunakan di hari Jum’at,” (HR. Ibnu Khuzaimah).

4. Makan Sebelum Shalat Id

Sebelum shalat Idul Fitri kita dianjurkan untuk makan, salah satunya memakan kurma dalam bilangan ganjil. Jika tidak ada kurma, dapat diganti dengan makanan lainnya. Anjuran makan ini bersumber dari riwayat bahwa: “Rasulullah SAW tidak pergi untuk melakukan salat Idulfitri sampai beliau memakan tujuh buah kurma.”

5. Melawati Jalan Berbeda Saat Pergi dan Pulang Shalat Id

Ketika Nabi Muhammad SAW ingin pulang setelah sholat Ied, ia sebenarnya mengambil rute yang berbeda. Hal ini sebagaimana disebutkan Syekh Abdul Qadir Al-Jailani dalam Ghuniyatul Thalibin. Ia mengatakan:

“Orang Mukmin dianjurkan pergi dan pulang dari shalat id dari jalan yang berbeda karena Ibnu Umar menyatakan bahwa Nabi SAW pergi dan pulang shalat id dari jalan yang berbeda.”

6. Saling Mengucapkan Selamat (tahniah al-id)

Rujukannya adalah riwayat dari Jubair bin Nufair, ia berkata bahwa ketika para sahabat berjumpa dengan hari Id, satu sama lain saling mengucapkan, “Taqabbalallahu minna wa minka (Semoga Allah menerima amalku dan amal kalian).”

Untuk lafaz tersebut bisa diucapkan dengan beragam cara. Misalnya ucapannya sebagai berikut: Id Mubarak (semoga menjadi Id yang penuh berkah), Minal ‘aidin wal faizin (semoga kembali dan meraih kemenangan), Kullu ‘aamin wa antum bi khair (semoga di sepanjang tahun terus berada dalam kebaikan) Selamat Idulfitri, Taqabbalallahu mina wa minkum.(Dwi)

Related posts