Menlu Belanda: Indonesia Adalah Mitra Kunci di Panggung Global

Menlu Belanda, David van Well (kiri) dan Menlu RI Sugiono (kanan), saat menandatangani MoU NISCOPS/Foto : Dok. GPriority (Nindya Farhah Azzahrah) Menlu Belanda, David van Well (kiri) dan Menlu RI Sugiono (kanan), saat menandatangani MoU NISCOPS/Foto : Dok. GPriority (Nindya Farhah Azzahrah)

Jakarta, GPriority.co.id – Menteri Luar Negeri (Menlu) Belanda, David van Well, berkunjung ke Indonesia untuk mengadakan pertemuan bilateral dengan Menteri RI Sugiono, Kamis (9/10).

“Suatu momen bermakna bagi saya untuk berada di sini karena ini merupakan kunjungan pertama saya sebagai Menteri Luar Negeri ke Asia adalah ke Indonesia,” sebut David.

Indonesia, sebut David, memiliki hubungan dalam periode panjang serta dinamis dengan Belanda yang juga berakar pada sejarah. Namun kini, kedua negara tersebut memiliki kerja sama yang erat serta visi bersama untuk masa depan.

Sampai saat ini kemitraan antara Indonesia dan Belanda sangat luas serta terus berkembang. Baik dalam dunia politik, ekonomi, pertukaran budaya, hingga hubungan antarmasyarakat yang sangat kuat.

“Indonesia adalah mitra kunci di panggung global. Sebagai negara dengan ekonomi terbesar di ASEAN, anggota G20, dan kini anggota BRICS, serta sedang mengupayakan keanggotaan OECD, Indonesia membawa suara yang kuat dan independen ke kancah internasional,” ujarnya.

David melanjutkan, “Kami sangat menghargai peran Indonesia dalam membangun jembatan dan dukungan yang berprinsip terhadap tatanan internasional dan berbasis aturan. Kami ingin menjadi mitra yang stabil, anda, dan dapat diprediksi bagi Indonesia.”

Dalam agenda pertemuan itu, Menlu Sugiono bersama Menlu David telah berdiskusi banyak hal secara terbuka dan konstruktif tentang berbagai topik. Mulai dari agresi Rusia di Ukraina, serta konflik antara Israel-Palestina.

“Saya mengapresiasi Indonesia atas peran konstruktif untuk mewujudkan two-state solution. Indonesia dalah pemain kunci yang jauh melampaui kawasannya sendiri. Sepanjang percakapan, kami membali menegaskan nilai-nilai hak asasi manusia, hukum internasional, dan multilateralisme,” jelasnya.

Ke depannya, Belanda dan Indonesia akan kembali memperkuat kerja sama di berbagai bidang, terutama terkait pengelolaan air, energi, serta ketahanan pangan, juga keamanan maritim.

“Dengan penandatanganan NISCOPS yang baru saja kami lakukan, ini menjadi sebuah upaya bersama antar Belanda, Indonesia, serta Inggris untuk menjadikan rantai pasokan minyak sawit lebih berkelanjutan dan inklusif dengan fokus khusus pada petani kecil dan pengurangan deforestasi,” ucap David.