Bantu Relaksasi Kredit Pelaku UMKM, Bank DKI Siapkan 3 Langkah


Jakarta,Gpriority – Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di DKI Jakarta menjadi sektor usaha yang terkena dampak cukup parah akibat Covid-19. Ini bisa terlihat dari penjualan yang semakin menurun sehingga banyak diantara mereka yang tidak bisa berproduksi lagi.

Kabar ini tentu saja membuat Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan prihatin. Untuk itulah dirinya meminta Bank DKI untuk membantu meringankan beban para pelaku UMKM di tengah pandemi Covid-19.

Permintaan Anies Baswedan disetujui oleh Bank DKI. Untuk itulah Bank DKI seperti dijelaskan Pemimpin Grup Kredit Usaha Menengah,Kecil (UMK) Bank DKI,Wahyudi Dwi Irawan, pada saat ini telah menyiapkan 3 langkah untuk memberikan relaksasi kredit bagi pelaku UMKM. Adapun langkah yang dimaksud adalah; pertama,penangguhan pokok pinjaman. Kedua,penurunan suku bunga, ketiga penambahan tenor. “ Kami menyiapkan tiga langkah dikarenakan resiko yang dihadapi pelaku UMKM ternyata berbeda-beda,” jelas Wahyudi.

Untuk langkah yang pertama, penangguhan pokok pinjaman, Wahyudi menjelaskan diperuntukkan bagi pelaku UMKM yang mengalami penurunan omzet usaha sebesar 50 hingga 30 %. Yang kedua, penurunan suku bunga diperuntukkan bagi pelaku UMKM yang mengalami penurunan omzet sebesar 80 %, namun masih memiliki pemasukan. Dan terakhir, penambahan tenor diperuntukkan bagi UMKM yang kondisinya masih tidak stabil dalam jangka waktu 6 bulan.

Wahyudi berharap bantuan relaksasi yang diberikan Bank DKI bisa membuat pelaku UMKM terbantu dan bisa kembali bangkit di tengah Covid-19.#(Haris)

Related posts