Bantuan Makanan Gratis Bergizi untuk Cegah Stunting Jadi Polemik Debat Prabowo-Ganjar

Jakarta, GPriority.co.id – Debat capres terakhir pada Senin (4/2) malam tadi, berlangsung cukup sengit. Salah topik yang menjadi highlight yaitu bantuan makanan gratis bergizi untuk cegah stunting yang menjadi program kerja Prabowo.

Prabowo mengungkapkan, alasan adanya program bantuan makanan bergizi secara gratis, dilatarbelakangi oleh penghasilan orang Indonesia yang masih banyak berada di angka Rp 1 juta per bulan. Alhasil, apabila tidak dibantu dalam program ini, tentunya akan berat untuk orang yang berpenghasilan rendah tersebut.

“Jadi, kita harus intervensi kita harus bantuan makan. Ini mengurangi kemiskinan karena banyak sekali rakyat kita penghasilannya Rp 1 juta sebulan. Jadi, kalau tidak dibantu makan, anak-anaknya sangat berat sekali,” terang Prabowo.

Sementara itu, terkait jumlah anggaran yang dibutuhkan untuk program bantuan makan siang gratis ini, diperkirakan mencapai Rp 460 triliun. Program ini juga bertujuan untuk membantu anak-anak di Indonesia yang kesulitan mendapatkan susu.

Dalam hal ini, Prabowo juga turut menanyakan usulan tersebut kepada capres nomor urut 3, apakah setuju atau tidak dengan programnya. Ganjar pun menyatakan bahwa ia tidak setuju dengan bantuan makanan gratis bergizi untuk cegah stunting, yang diutarakan oleh Prabowo.

“Kalau ngasih makannya kepada anak-anak untuk mencegah stunting, saya sama sekali tidak setuju bapak karena bapak terlambat,” jawabnya.

Hal tersebut menurut Ganjar cukup beralasan. Karena, ada baiknya untuk mencegah stunting dapat dicegah sedari anak masih dalam kandungan. Ganjar menilai, program bantuan makanan gratis bergizi ini justru lebih tepat sasaran jika diberikan kepada ibu hamil.

“Stunting itu ditangani sejak bayi dalam kandungan ibunya yang dikasih gizi. Kalau kemudian gizinya baik mereka lakukan cek rutin, maka akan ketahuan bahwa dia, ibunya sehatnya anaknya pertumbuhannya dilihat. Kalau bapak ngasih gizi kepada ibu hamil ah itu baru setuju saya. Nanti dia akan lahir ibunya selamat karena diperiksa,” ungkapnya.

Ganjar juga menyarankan pemeriksaan kesehatan dari calon mempelai perempuan dan laki-laki saat hendak menikah. Selain itu, tidak menikah dini dan melakukan pemeriksaan rutin selama kehamilan, juga dapat dilakukan. Menurut Ganjar, tindakan tersebut diharapkan dapat menghasilkan kelahiran bayi yang sehat dan kuat.

Foto : Harian Haluan