Bentengi Anak dari Radikalisme Dunia Maya

Jeneponto,Gpriority-Pola penyebaran paham radikalisme kepada anak-anak kini merambah dunia Maya. Untuk itulah orang tua harus membentengi anak mereka dari bahaya radikalisme.

Lantas bagaimana caranya? Jawabannya ada di Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi, yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo, yang dilaksanakan secara virtual pada 7 Oktober 2021 di Jeneponto, Sulawesi Selatan.

Dalam acara yang diikuti 1.007 peserta dan mengangkat tema “Berantas Radikalisme Melalui Literasi Digital”,menghadirkan empat narasumber yang terdiri dari pengajar Religious Studies Universitas Prasetiya Mulya Jakarta, Ahmad Nurcholish; penyiar dan CEO Duta Batik Palu, Zakiyah Ramayanih; penulis, Wilda; serta pegiat literasi, Mursyid. Adapun yang bertindak sebagai moderator adalah Noni Arnee sebagai freelance journalist. Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi menargetkan 57.550 peserta.

Acara dimulai dengan sambutan berupa video dari Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, yang menyalurkan semangat literasi digital untuk kemajuan bangsa. Selanjutnya yang menjadi pembuka dalam sesi materi adalah Ahmad Nurcholish dengan paparan berjudul “Digital Skill – Positif, Kreatif, dan Aman di Internet”. Ahmad mengatakan, media sosial bermanfaat sebagai sarana belajar dan menyampaikan pendapat, menyimpan dokumentasi, administrasi, perencanaan, dan evaluasi. Ada hal-hal yang perlu dihindari ketika bermedia sosial. “Memulai konflik, curhat masalah pribadi, menjelekkan orang lain, berbagi secara berlebihan, dan bersikap terlalu ekstrem dalam menanggapi sesuatu,” katanya.

Berikutnya, Zakiyah Ramayanih menyampaikan materi berjudul “Tips Mengenali Berita Palsu dan Verifikasi”. Hoaks berdampak pada kehidupan ekonomi, politik, dan sosial. Menghindari hoaks bisa dilakukan dengan: waspada terhadap judul sensasional dan provokatif, cek alamat situs, periksa fakta, cek keaslian foto, dan ikuti grup anti hoaks. “Ketika menerima hoaks, jangan turut menyebarkan, laporkan sesuai ketentuan platform, dan beritahu keluarga/kerabat bahwa informasi tersebut adalah hoaks,” pesan Zakiyah.

Sebagai pemateri ketiga, Wilda Yanti Salam membawakan tema “Digital Culture”. Kehadiran internet memaksa masyarakat Indonesia membuat lompatan literasi yang begitu besar. Belum selesai dengan media cetak, masyarakat dipaksa untuk memahami dunia digital. “Pemahaman literasi penting untuk mengakses, memproduksi, serta mengantisipasi merebaknya hoaks, ujaran kebencian, dan propaganda, yang dapat mengancam keutuhan bangsa,” katanya.

Pemateri terakhir, Mursyid K menyampaikan tema “Digital Safety – Memahami Aplikasi Keamanan dan Pertahanan Siber”. Macam-macam layanan keamanan diantaranya antivirus, otentikasi, parental control, dan layanan lawan hoaks. “Tips membangun keamanan dan pertahanan siber: menjaga privasi, keamanan gawai dan akun, berperilaku yang positif atau internet sehat, dan menciptakan kesejahteraan digital,” pungkasnya.

Setelah pemaparan materi oleh semua narasumber, kegiatan tersebut dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang dipandu Noni Arnee. Terlihat antusiasme peserta dari banyaknya pertanyaan masuk ke narasumber. Salah satunya, “Orang Tua punya kewajiban mengawasi aktivitas anak dalam berinternet. Bagaimana membangun media sosial yang positif agar anak tidak menjadi korban radikal di internet?” tanya Andika Ramoy kepada Ahmad Nurcholish.

Ahmad mengatakan bahwa dunia internet sangat tidak terbatas, sehingga orangtua harus bekerja ekstra dalam mengawasi dan mendampingi kegiatan anak di internet. Beberapa aplikasi memang memberikan batasan umur, misalnya YouTube Kids. Jadi ada batasan konten yang bisa dikonsumsi anak. “Sedangkan di media sosial, kita bisa memeriksa history mereka untuk mengetahui konten apa saja yang mereka tonton,” imbuhnya.

Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi akan diselenggarakan secara virtual mulai Mei 2021 hingga Desember 2021 dengan berbagai konten menarik dan informatif yang disampaikan narasumber terpercaya. Bagi masyarakat yang ingin mengikuti sesi webinar selanjutnya, silakan kunjungi https://www.siberkreasi.id/ dan akun sosial media @Kemenkominfo dan @siberkreasi, serta @siberkreasisulawesi khusus untuk wilayah Sulawesi. (Hs.Foto.dok.Dyandra Promosindo)

 

Related posts