Dokter Ungkap Langkah Sederhana Cegah Super Flu

Ilustrasi orang terserang Super Flu/Foto iStock Ilustrasi orang terserang Super Flu/Foto iStock

Jakarta, GPriority.co.id – Super Flu tengah menjadi perbincangan publik, baik secara global maupun di Tanah Air, di tengah musim dingin dan pergantian Tahun Baru 2026. Super Flu merupakan salah satu varian virus influenza yang dinilai “lebih ganas” karena menimbulkan gejala yang lebih berat dan intens dibanding flu biasa.

Lantas, bagaimana cara mencegah agar tidak tertular Super Flu?

Praktisi Kesehatan Masyarakat sekaligus Kepala Seksi Pelayanan Medik dan Keperawatan RSUD Tamansari, dr. Ngabila Salama, mengatakan ada beberapa langkah sederhana untuk mencegah Super Flu. Sayangnya, langkah-langkah ini kerap diremehkan oleh banyak orang.

Pertama, melakukan vaksinasi influenza tahunan. Menurut dr. Ngabila, vaksin influenza aman, tidak menyebabkan flu, dan sangat dianjurkan, terutama bagi keluarga serta pekerja yang sering berinteraksi dengan banyak orang.

Kedua, menggunakan masker saat sedang flu atau berada di kerumunan. Meski terlihat sederhana, cara ini sangat efektif untuk mencegah penularan Super Flu.

Ketiga, rutin mencuci tangan. Dr. Ngabila menjelaskan bahwa virus flu mudah menular melalui tangan yang kemudian menyentuh wajah.

Keempat, tidur yang cukup dan mengelola stres dengan baik. Ia menegaskan bahwa daya tahan tubuh sangat bergantung pada kualitas istirahat dan kondisi mental.

Kelima, mengonsumsi makanan bergizi dan mencukupi kebutuhan cairan. Asupan protein, sayur, dan buah sangat penting, serta sebaiknya tidak hanya mengandalkan makanan tinggi karbohidrat.

Cara Mengobati Jika Sudah Terserang Super Flu

Jika sudah terlanjur terserang Super Flu, ada beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk membantu meringankan gejalanya.

Pertama, istirahat total. Dr. Ngabila mengingatkan agar tidak memaksakan diri beraktivitas karena hal tersebut justru dapat memperberat kondisi flu.

Kedua, perbanyak minum air, seperti air hangat, sup, atau kuah, guna mencegah dehidrasi.

Ketiga, konsumsi obat simptomatik, seperti obat penurun demam dan pereda nyeri, misalnya parasetamol atau ibuprofen.

“Antibiotik tidak diperlukan, kecuali ada infeksi bakteri,” tegas dr Ngabila kepada GPriority, Minggu (4/1).

Terakhir, penggunaan antivirus pada kasus tertentu. Obat antivirus seperti oseltamivir hanya diberikan dalam kondisi khusus, harus melalui resep dokter, dan paling efektif jika dikonsumsi dalam waktu kurang dari 48 jam sejak gejala muncul.

Kapan Harus ke Dokter?

Dr. Ngabila menyarankan untuk segera memeriksakan diri ke dokter apabila mengalami gejala berikut yakni demam lebih dari tiga hari tidak turun, sesak napas, nyeri dada, lemas ekstrem hingga sulit berdiri, anak tampak sangat lemas atau tidak mau minum, serta lansia atau ibu hamil dengan flu berat.

“Super Flu bukan monster baru. Ini influenza yang terasa lebih berat karena kondisi tubuh dan lingkungan. Bisa dicegah, bisa ditangani, dan jarang berbahaya bila ditangani benar,” pungkas dr Ngabila.