DPRD Malinau Sampaikan Aspirasi Terkait Permasalahan Tenaga Pendidik

Malinau,Gpriority-Senin (14/6/2021), para guru honorer menyampaikan aspirasi terkait hasil seleksi pegawai non ASN 2021 Malinau. Mereka meminta seleksi tersebut dibatalkan karena diduga tidak sesuai dengan aturan. Akhirnya penyampaian aspirasi ini di bahas dalam rapat dengar pendapat (RDP) DPRD Kabupaten Malinau bersama Perwakilan Pemerintah Daerah Malinau, Selasa (22/6/2021).

Pada agenda rapat dengar pendapat (RDP) DPRD Malinau bersama Pemerintah Daerah Malinau, membahas terkait permasalahan yang dihadapi oleh tenaga pendidik yang telah lama mengabdi namun dinyatakan tidak lulus seleksi.

Dikutip darinTirbunKaltara, kisah bermula dari seorang Guru di SDN 4 Malinau Barat, Daniel mengeluhkan dirinya tidak lolos seleksi pegawai non ASN 2021 Malinau. Padahal dirinya telah mengabdi sejak 2005 lalu sebagai tenaga pendidik.

Daniel meminta agar DPRD Malinau dapat meneruskan aspirasi tenaga pendidik yang talah lama mengabdi diberi solusi terkait permasalah tersebut.

Pimpinan dan anggota DPRD kemudian mengusulkan agar mempertimbangkan usulan tersebut diajukan sebagai bentuk balas jasa pemerintah untuk para tenaga non ASN yang telah sekian tahun mengabdi.

Dalam forum tersebut juga dipertimbangkan lama pengabdian dan sektor atau OPD yang membutuhkan tenaga, seperti Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, dan Dinas Lingkungan Hidup.

“Kami minta ada solusi dari Pemda, khususnya tenaga kontrak yang sudah mengabdi bertahun-tahun khususnya di 3 sektor yakni kesehatan, pendidikan, dan tenaga teknis di Dinas Lingkungan Hidup,” ujar Ketua DPRD Malinau, Ping Ding.

Mengenai usulan tersebut, Sekretaris Daerah Kabupaten Malinau, Ernes Silvanus mengatakan untuk penambahan formasi baru pegawai non ASN dinilai sulit dilakukan. Namun pihaknya akan meneruskan usulan tersebut kepada Bupati Malinau untuk dijadikan pertimbangan. Ernes juga mengaku belum bisa putuskan saat ini karena harus mempertimbangkan dengan anggaran daerah.(Sof.Foto.Istimewa)

Related posts