Inilah Alasan Kenapa Kalori Tak Terbakar Sebanyak yang Anda Kira Saat Berolahraga

Ilustrasi olahraga angkat beban/Foto : Dok. Freepik Ilustrasi olahraga angkat beban/Foto : Dok. Freepik

Jakarta, GPriority.co.id – Olahraga berat dengan frekuensi lebih sering, membakar banyak kalori. Itulah anggapan yang hadir di benak banyak orang.

Namun, sebuah studi terbaru menunjukkan bahwa rutinitas olahraga anda mungkin tidak membakar kalori sebanyak yang anda kira, bahkan ketika telah rutin berolahraga di gym dan memperhatikan pola makan dengan lebih sehat.

Dilansir dari laman Cleveland Clinic, pembakaran kalori alami pada tubuh sepanjang hari tanpa olahraga formal, dapat berkisar antara 1.300 hingga lebih dari 2.000, tergantung pada usia, jenis kelamin, dan faktor lainnya.

Selama bertahun-tahun, para ilmuwan berasumsi bahwa kalori ekstra yang anda bakar seperti dari berlari satu mil atau berenang, akan menambah total kalori yang terbakar dan menyebabkan penurunan berat badan.

Belum lama ini beberapa peneliti mempertanyakan model aditif tersebut, dan menyarankan bahwa tubuh mungkin perlu mengikuti pendekatan terbatas sebagai gantinya.

Teori itu menyatakan bahwa tubuh anda memiliki batas energi bawaan. Jadi, ketika anda membakar lebih banyak kalori selama berolahraga, tubuh anda akan mengimbanginya dengan menghemat kalori di tempat lain, seperti mengurangi perbaikan sel dan tugas internal lainnya.

Dua peneliti dari Duke University pun memutuskan untuk membandingkan kedua model tersebut secara langsung. Mereka meninjau 14 studi olahraga yang melibatkan 450 orang, bersama dengan beberapa uji coba pada hewan, dan membandingkan kalori yang diharapkan dibakar oleh subjek dengan kalori yang sebenarnya mereka bakar.

Rata-rata, para peneliti menemukan bahwa hanya 72 persen dari kalori yang dibakar selama berolahraga, yang benar-benar tercatat dalam total pembakaran harian. Sementara 28 persen lainnya diam-diam diimbangi di bagian tubuh lain.

Metabolisme yang fleksibel, memungkinkan kita beradaptasi dengan berbagai pola makan dan menyimpan lemak untuk masa-masa sulit serta membantu manusia bertahan hidup dan berkembang, bahkan membentuk cara kita menua, menurut seorang peneliti dan antropolog evolusi, Herman Pontzer.

Sampai saat ini para peneliti masih mencari kebenaran dibalik anggapan bahwa olahraga angkat beban banyak membakar kalori. Alasan pertamanya, sulit untuk mengukur kalori yang terbakar saat angkat beban.

Ada kemungkinan juga bahwa angkat beban berat tidak memicu pembakaran kalori yang sama seperti sesi aerobik yang panjang. Selain itu, proses memperbaiki kerusakan otot setelah latihan kekuatan juga membutuhkan energi ekstra.

Di sisi lain, pola makan juga memainkan peran kunci bagaimana kalori tubuh bisa terbakar. Para peneliti menemukan bahwa jika orang mengurangi kalori sambil meningkatkan intensitas latihan mereka, total pembakaran kalori mereka seringkali tidak berubah sama sekali.

Kendati demikian berolahraga secara teratur tetap penting untuk kesehatan kita seperti menurunkan peradangan kronis, menstabilkan hormon, dan mengurangi risiko penyakit kronis.

“Anda harus membedakan diet dengan olahraga. Diet adalah metode untuk mengelola berat badan anda. Sedangkan olahraga, metode untuk meningkatkan kesehatan, mulai dari kesehatan mental hingga penyakit kardiometabolik,” tekan Pontzer.