Jaga Sopan Santunmu di Saat Bermedsos

Maros,Gpriority-Tidak hanya di dalam kehidupan masyarakat, sopan santun juga harus diterapkan di dalam bermedia sosial. Hal ini dimaksudkan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan di saat bermedsos.

Sopan santun dalam bermedsos juga menjadi salah satu rangkaian topik yang dibahas dalam Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” yang kali ini menyapa warga Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan secara virtual pada 16 Agustus 2021.

Seusai dengan topik yang dibahas tema yang diangkat oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika, Siberkreasi dan Dyandra Promosindo selaku penyelenggara adalah Jarimu Harimaumu”.
Program kali ini menghadirkan empat narasumber yang terdiri dari Co-founder TheAgencyES & Frodigi Digital Agency, Andika Fachrozi Muhadi, S.S; pemengaruh (influencer) sekaligus kreator konten, Andi Bau Senja Marlia Bellina; digital enthusiastic, Andi Fikra Pratiwi; dan human noble, Istianah Purnamasari. Adapun yang bertindak sebagai moderator adalah Richard Lioe dari Katadata. Kegiatan yang kembali diadakan di Maros ini diikuti oleh 649 peserta dari berbagai kalangan. Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi menargetkan peserta sebanyak 57.550 orang.
Acara dimulai dengan sambutan berupa video dari Presiden Republik Indonesia Joko Widodo yang menyalurkan semangat literasi digital untuk kemajuan bangsa. “Infrastruktur digital tidak berdiri sendiri. Jadi, saat jaringan internet sudah tersedia, harus diikuti dengan kesiapan-kesiapan pengguna internetnya agar manfaat positif internet dapat dioptimalkan untuk membuat masyarakat semakin cerdas dan produktif,” kata Presiden.
Pemateri pertama adalah Andika Fachrozi Muhadi yang membawakan tema “Digital Skill: Etika Berjejaring, Jarimu Harimaumu”. Ia memaparkan aplikasi percakapan yang populer di Indonesia, beserta kelebihan dan kekurangannya. Selanjutnya, Andika membagikan beberapa fitur keamanan yang dimiliki masing-masing aplikasi. “Agar tetap aman menggunakan aplikasi percakapan, gunakan sesuai kebutuhan, jaga sikap dan etika, ikuti informasi yang bermanfaat dan hindari hoaks, menjaga privasi, dan kenali fitur keamanan aplikasi,” jelas Andika.
Berikutnya, Andi Bau Senja Marlia Bellina menyampaikan materi berjudul “Digital Ethics-Etika Berjejaring: Jarimu Harimaumu”. Dia menjelaskan tentang situs jejaring sosial, manfaatnya dan bahayanya. “Etika dalam berkomunikasi, hindari menyebarkan konten SARA, pornografi dan kekerasan, jangan terlalu mengumbar informasi pribadi, menghargai hasil karya orang lain, dan kroscek kebenaran berita,” jelas Senja.
Sebagai pemateri ketiga, Andi Fikra Pratiwi Arifuddin membawakan tema tentang “Digital Culture: Mengenal Lebih Jauh Cara Menyuarakan Pendapat di Dunia Digital”. Ia membahas mengenai etika menyampaikan pendapat dan mengunggah konten di media sosial. “Jangan mengunggah konten kekerasan. Jangan mengumbar informasi pribadi. Mengkritik itu boleh, tapi tulislah yang wajar dan jangan berlebihan. Menghargai karya orang lain. Sopan santun,” terangnya.
Adapun Istianah Purnamasari sebagai pemateri terakhir, menyampaikan tema “Digital Safety: Menjaga Keamanan Digital bagi Anak di Dunia Maya”. Menurut dia, pandemi mengubah dunia. Kegiatan bekerja, belajar, berinteraksi, dan bertransaksi beralih daring atau lewat perantara teknologi internet. Salah satu konsekuensinya, khususnya bagi anak, yaitu makin sering berinteraksi dengan gawai. “Melatih motorik halus anak dan koordinasi visual, meningkatkan pengetahuan, meningkatkan keterampilan kognitif, dan melatih mental untuk siap berkompetisi,” tuturnya.
Setelah pemaparan materi oleh semua narasumber, kegiatan tersebut dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang dipandu moderator. Salah satu pertanyaannya, “Pada saat ini banyak pengguna internet anak-anak di bawah 15 tahun, apa pendapat Mas Andika tentang kebebasan anak-anak dalam membuat akun media sosial ini?” tanya Bima.
“Biasanya untuk usia 15-17 tahun sebenarnya kalau dari perspektif orang tua, bisa dilakukan pemantauan yang lebih persuasif. Kalau ada anak yang sudah diberi akses media sosial, diaktifkan saja fitur parental control yang bisa di cek di ponsel mereka. Orang tua harus lebih proaktif memantau anak-anaknya, biar tidak terjerumus perundungan siber dan lain-lain,” jawab Andika.
Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi akan diselenggarakan secara virtual mulai dari Mei 2021 hingga Desember 2021 dengan berbagai konten menarik dan materi yang informatif yang disampaikan narasumber terpercaya. Bagi masyarakat yang ingin mengikuti sesi webinar selanjutnya, informasi bisa diakses melalui https://www.siberkreasi.id/ dan akun sosial media @Kemenkominfo dan @siberkreasi, serta @siberkreasisulawesi khusus untuk wilayah Sulawesi.(Hs.Foto.dok.Dyandra Promosindo)

Related posts