KADO JELANG HUT KE 16, POHUWATO MASUK 10 BESAR LPPD TERBAIK SE-INDONESIA

Memperingati hari Otonomi Daerah yang ke XXIII yang diadakan oleh Kementrian Dalam Negeri di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Kamis (25/4) dengan mengusung tema “Meningkatkan Kualitas Sumber Daya Manusia Indonesia Yang Lebih Baik Melalui Penyelenggaraan Otonomi Daerah Yang Kreatif dan Inovatif “.

Acara diawali dengan upacara di Stadion Diponegoro yang dipimpin oleh Tjahjo Kumolo selaku Menteri Dalam Negeri.

Dalam kesempatan yang sama pada acara Upacara Peringatan HUT Otonomi Daerah yang ke XXIII juga diberikan penghargaan oleh Menteri Dalam Negeri kepada Pemerintah Daerah yang berkinerja terbaik  secara nasional berdasarkan hasil Evaluasi Kinerja Penyelenggaraan Pemerintah Daerah (EKPPD) Tahun 2018 terhadap Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (LPPD) Tahun 2017.

Kabupaten Pohuwato berhasil masuk menjadi 10 besar LPPD terbaik dari 416 kabupaten  se-Indonesia.

Ini menjadi salah satu momen istimewa menjelang Ulang Tahun Pohuwato yang ke- 16, 6 Mei mendatang.

  1. Syarif Mbuinga, S.Pdl, SE, MM., Bupati Pohuwato kembali menunjukan kinerjanya terkait keberhasil dalam kepemimpinannya membangun Pohuwato.

“Prestasi ini adalah sebuah bonus untuk kerja keras kita semua. Saya sangat mengapresiasi yang setinggi-tingginya kepada Tim LPPD Kabupaten dan Tim LPPD perangkat daerah yang telah sukses melaporkan kinerja serta prestasi Pemkab Pohuwato”, kata Bupati saat wawancara dengan jurnalis GPriority.

“Saya berharap dengan prestasi ini kita semua akann lebih bersemangat memberikan pelayanan dan inovasi dibidang tugasnya serta mampu mempertahankan prestasi ke depan”, ujarnya.

Bukan hanya itu saja,  Syarif Mbunga juga akan terus meningkatkan kinerja penyelenggaraan pemrintah sebagai wujud daerah otonom untuk mewujudkan kesehjateraan dan kemajuan masyarkat Pohuwato.

Sesuai dengan arah pemerintah pusat untuk mengawal otonomi daerah agar diisi dengan kegiatan pneyelanggaraan pemerintahan dengan mendorong munculnya kemandirian dalam mengoptimalkan berbagai potensi yang ada, baik dari segi SDM maupun SDA.

Dalam peningkatan kualitas sumber daya alam (SDA) dan sumber daya manusia (SDM), salah satunya adalah terkait kemudahan perizinan investasi di Pohuwato yang sudah menggunakan sistem Online Single Submision (OSS) yang sudah berjalan empat tahun terakhir yang tentunya akan meningkatkan layanan kepada para investor untuk berinvestasi di pasar.

Bukan hanya itu saja dalam peningkatan pelayanan akses masyarakat, pemerintah Pohuwato sedang membangun kerjasama dengan Samsat, pihak kepolisian dan kejaksaan bahkan sampai dengan lapas guna untuk melayani kebutuhan masyarakat.

“Ini kami tempatkan di sentra sentra yang mudah diakses oleh masyarakat untuk memenuhi kebutuhan mereka” kata Syarif Mbuinga.

Dalam masa jabatan 2 tahun terakhir ini, Syarif Mbuinga juga fokus dalam pananganan masalah pengentasan kemiskinan dan kesehjateraan masyarakat, serta pendidikan pada anak milenial lebih jauh terbuka aksesnya.

Mewarisi angka kemiskinan yang cukup tinggi, Syarif Mbuinga tahun lalu berhasil menurunkan angka kemiskinan dan peningkatan kesehjateraan  dengan presentasi tertinggi di Provinsi Gorontalo.

Ditambah dengan program andalan “Antar Nasi Tumis” adalah program pemberian makanan gratis ke masyarakat oleh pemda Pohuwato. Sasarannya adalah anak terlantar, tuna sosial dan tua miskin. Mulai digelontarkan pertengahan tahun 2018.

Program ini mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, utamanya di bidang kesehatan. Bukan hanya itu saja di segi ekonominya terjadi perputaran karena melibatkan sisi pemberdayaan warung-warung kecil untuk pemasok makanan yang nanti dibagikan.

Diharapkan dengan program ini juga mampu meningkatkan rasa empati masyarakat untuk saling berbagi dan ikut serta manangani masalah sosial.  Sof/adv

Related posts