KAI Sediakan 7 Kereta Api Tambahan Selama Libur Panjang Kenaikan Yesus Kristus

Jakarta, GPriority.co.id – PT Kereta Api Indonesia (Persero) telah menambahkan 7 kereta api tambahan untuk mengantisipasi lonjakan jumlah pelanggan selama libur panjang Kenaikan Yesus Kristus.

“Peningkatan jumlah perjalanan KA ini merupakan bagian dari komitmen KAI untuk meningkatkan pelayanan kepada pelanggan, terutama pada masa high season seperti long weekend ini,” kata VP Public Relations KAI Joni Martinus dilansir dari laman resmi KAI di Jakarta, Kamis (9/5).

Joni menyatakan bahwa berdasarkan pantauan pada Rabu (8/5), total tiket kereta api yang terjual hingga Minggu (12/5) mencapai 520.447 tiket, dengan rata-rata penjualan harian sebanyak 104.089 tiket. Angka tersebut telah mencapai 70% dari total keseluruhan tiket kereta api yang tersedia. Penjualan tiket ini diprediksi akan terus meningkat menjelang long weekend.

KAI juga mencatat adanya lonjakan penumpang pada keberangkatan Rabu (8/5) dengan jumlah penumpang mencapai 145.693 orang, meningkat 3% dibandingkan Rabu sebelumnya (1/5) yang mencatat 141.943 penumpang.

Untuk mendukung perjalanan masyarakat selama libur panjang, KAI mendorong mereka yang belum memiliki tiket untuk segera membelinya melalui aplikasi Access by KAI, website kai.id, atau chanel penjualan tiket lainnya yang bekerja sama dengan KAI.

Joni mengatakan, apabila tiket yang diinginkan sudah habis, pelanggan dapat memilih tanggal dan rute alternatif atau memanfaatkan fitur Connecting Train di aplikasi Access by KAI yang memberikan opsi perjalanan dengan mengombinasikan jadwal kereta yang tersedia.

Joni juga menambahkan, dengan adanya peningkatan frekuensi KA dan kendaraan bermotor selama libur panjang, KAI mengimbau kepada masyarakat untuk waspada saat melintasi perlintasan sebidang.

“KAI mengimbau masyarakat untuk berhati-hati saat akan melintasi perlintasan sebidang jalan raya dengan jalur kereta api. Pastikan jalur yang akan dilalui sudah aman, tengok kanan-kiri, serta patuhi rambu-rambu yang ada,” kata Joni.

Penulis: Ahmad Faqih Zuhair
Foto: KAI