Keren, Anak Bangsa Buat Sepatu dari Limbah Pertanian


Balai Besar Litbang Pascapanen Kementerian Pertanian bersama dengan PT. Triangkasa Lestari Utama (TLU) berhasi menciptakan sepatu dari limbah pertanian.

Sepatu milik brand Node alias No Deforestation, kini telah siap dipasarkan produk inovatif eco-friendly sneakers (sepatu untuk aneka aktivitas yang ramah lingkungan) berbahan produk dan limbah pertanian.

Kementerian Pertanian dalam instagramnya, Minggu (19/12/21) menyebutkan bahwa Sebanyak 90 persen bahan bakunya berasal dari bahan alami yang nyaman digunakan serta aman untuk lingkungan.

“Diantaranya yaitu sutra pada bagian lebel, katun putih di bagian tali sepatu, kapas bambu di bagian atas sepatu, kenaf dan sekam padi yang dibuat menjadi bio silika pada bagian sepatu berwarna navy dan kuning, serta karet alam dan resin pinus di bagian sol sepatu,” tulisnya.

Sementara itu, Direktur PT TLU David C.S. Ilot, mengatakan material sneakers dirancang nonpolutan dan akan terurai secara alami setelah masa pakai. Komponen utamanya antara lain serat rami yang lembut dan kuat, serat bambu antibakteri, kapas, karet alam, minyak kelapa, dan tentunya nanobiosilika dari sekam padi.

Ia menuturkan injeksi nanobiosilika dari sekam padi menghadirkan alas kaki dengan fleksibilitas tinggi (kuat dan lentur, tidak kaku), daya cengkeram tinggi (antislip) pada kondisi basah sekalipun, tetap ringan, sehingga nyaman dan aman dipakainya.

“Dengan sifat uniknya itu, nanobiosilika dari sekam padi mampu mengungguli kinerja silika komersial impor yang selama ini digunakan pada produk karet kami”, ungkap David.

Kepala Balitbangtan Dr. Fadjry Djufry Fadjry menuturkan inilah wujud inovasi tiada henti. Pihaknya telah berhasil mengembangkan produk inovatif nanobiosilika serbuk dari sekam padi yang mampu meningkatkan kinerja eco-friendly sneakers yang unik.

“Hal ini dengan sendirinya akan meningkatkan pendapatan industri penggilingan padi, pendapatan petani, menghemat devisa negara, sekaligus mengatasi masalah lingkungan akibat pembuangan dan pembakaran sekam secara sembarangan,” pungkasnya. (Dw.foto.dok.Kementan)

Related posts