Krisis Listrik di Peso, Bulungan, Pelayanan Kantor dan Usaha Warga Terganggu

Bulungan-GPriority, Warga yang berada di Kecamatan Peso, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara, hingga saat ini belum merasakan pelayanan listrik dari PLN. Dari 10 desa yang ada di kecamatan itu, hanya ada empat desa yang sudah teraliri listrik, Itu pun hanya 12 jam, yakni Desa Muara Pengian, Long Peso, Long Bia, dan Long Lasan. Enam desa sisanya hanya mengandalkan mesin genset sebagai penerang ketika malam hari alias belum sama sekali teraliri listrik dari PLN, yakni Lepak Aru, Long Buang, Long Lejuh, Long Lian, Long Peleban, Long Yiin.

Salah satu kecamatan terjauh di Bulungan, yang hanya bisa ditempuh menggunakan perahu cepat atau speedboat.

Dibutuhkan waktu sekitar dua sampai tiga jam, menyusuri derasnya aliran Sungai Kayan dari Tanjung Selor, untuk menginjakkan kaki di Peso.

Camat Peso, Jonilius, mengatakan, meski sudah ada empat desa yang sudah teraliri listrik, namun hanya dirasakan selama 12 jam atau hanya pada saat malam hari saja. Karena pada saat siang hari, pembangkit dimatikan. Sedangkan untuk kantor-kantor pelayanan seperti kantor kecamatan, kantor desa, Puskesmas hingga kantor Polsek dan Koramil terpaksa menggunakan mesin genset.

“Kalau di sini nyala listrik pada saat malam hari saja. Itu pun hanya 12 jam (pukul 18.00 Wita hingga 06.00 Wita). Jadi kalau siang, masyarakat tidak menggunakan listrik. Sedangkan kalau kantor-kantor pelayanan, pakai mesin genset”, kata Jonilius, pada Selasa (14/7/2020) di kantornya.

Gara-gara aliran listrik yang terbatas, sehingga mempengaruhi aktivitas pelayanan di Kantor Camat Peso.
“Idealnya pelayanan di kantor mengikuti jam kerja, justru di Peso mengikuti hari kerja”, tambah Jonilius.

Lanjut dia, dari jumlah 4.616 warga Kecamatan Peso secara keseluruhan, tidak semuanya memiliki mesin genset. Khusus untuk warga di enam desa yang belum teraliri listrik PLN, terpaksa harus menggunakan mesin genset sebagai alat penerang ketika malam hari. Namun pada saat siang hari, mesin genset tersebut terpaksa tidak digunakan demi mengurangi biaya tambahan.

“Kalau yang enam desa itu, kita bantukan aliran listrik dengan menggunakan genset desa. Itu pun digunakan pada malam hari saja. Kalau yang empat desa itu, sudah ada listrik tapi malam saja,” ungkapnya.

Akibat tak adanya aliran listrik dibeberapa daerah yang ia pimpin, sangat berpengaruh pada kebutuhan masyarakat. Terutama usaha masyarakat yang membutuhkan aliran listrik, terpaksa tidak maksimal lantaran hanya menggunakan mesin genset.

Begitu juga dengan kantor-kantor pelayanan seperti di puskesmas yang diakuinya tak maksimal memberikan pelayanan. Pihaknya sebenarnya kerap melakukan usulan kepada Pemkab Bulungan agar wilayah Kecamatan Peso bisa segera dialiri listrik dari PLN selama 24 jam. Hanya saja, usulan-usulan itu tak kunjung terealisasi dan bahkan pemerintah kecamatan periode sebelumnya juga telah melakukan hal yang sama.

“Kita sudah usulkan, tapi belum juga terealisasi. Makanya kita berharap, semoga permasalahan (kebutuhan listrik) bisa segera ada solusinya. Karena banyak aktifitas masyarakat kita juga terganggu karena minimnya listrik,” tutupnya.# (FBI).

Related posts