Legislator Kabupaten Mahakam Ulu Kunker ke Poktan Subak Desa Asah Pedawa Bali

Legislator dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Mahakam Ulu, Provinsi Kalimantan Timur melakukan Kunjungan Kerja (Kunker) ke Kelompok Tani (Poktan) Subak Desa Asah Pedawa, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, Bali pada 29-30 Maret 2021.

Kepala Bagian Persidangan dan Hukum DPRD Kabupaten Mahakam Ulu, Florensius Darin mengatakan, Kunker yang diikuti oleh gabungan Komisi I dan II serta Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Mahakam Ulu tersebut diterima oleh Ketua Kelompok Tani Subak Asah Pedawa, I Made Swasembada, PPL Madya Kabupaten Buleleng, Koordinator P2K Banjar, Mantri Tani Banjar dan PPL Wilbin Desa lainnya di
Kecamatan Banjar.

“Kunker ini bertujuan untuk mempelajari mengenai pengelolaan sawah tadah hujan di Desa Pedawa
yang sejak turun temurun dilakukan oleh anggota Subak Asah Pedawa,” kata Florensius.

Ia menjelaskan, dalam Kunker tersebut pihaknya mendapatkan penjelasan mengenai sejarah kelompok
tani sawah tadah hujan yang berdiri sejak tahun 1901 dan sampai sekarang masih aktif. Selain itu, pihaknya juga mendapatkan penjelasan mengenai tata cara pembagian air diantara anggota Subak. Adapun luas lahan terdiri dari 58 hektare kawasan budidaya dan 32 hektare untuk sawah tadah hujan.

Dalam kesempatan itu pihaknya juga mendapatkan penjelasan terkait tahapan atau fases-fase dalam musim tanam selama setahun, ada juga pemaparan mengenai rentetan adat dan tradisi budidaya lokal yang masih terus dilestarikan, mulai dari tabur benih hingga masa panen dan pasca panen.

“Termasuk tata kelola kelompok tani, pemeliharaan, pemupukan, pemberantasan hama, penyakit dan sistem pembagian hasil panen,” jelasnya.

Dalmasius, SH., MH. yang dipercayakan memimpin Kunker ini menambahkan gagasan, pasca dari Kunker ini pihaknya melalui Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Mahakam Ulu akan menyiapkan program kerja jangka panjang atau berkelanjutan dalam bentuk sebuah MoU untuk tahun 2022 dan 2023.

Melalui MoU ini kedepannya diharapkan akan ada pertukaran petani Buleleng ke Kabupaten Mahakam Ulu. Jadi, petani Kabupaten Mahakam Ulu dibawa ke sana selama satu minggu untuk mempelajari mengenai pengalihan teknologi, tatacara dan tata kelola pertanian sawah tadah hujan.

Selanjutnya tiga petani dari Buleleng akan dibagi pada tiga kelompok tani di Mahakam Ulu selama enam bulan. Kemudian, ketiga petani akan menjadi pembina, penyemangat dan pelatih selama enam bulan di kelompok tani sawah tadah hujan yang ada di Kabupaten Mahakam Ulu.

“Harapannya Kunker bisa terlaksana dengan baik, lancar dan pertanian di Mahulu akan semakin berkembang, maju dan masyarakatnya semakin sejahtera juga bahagia,” tandasnya.(#)

 

Related posts