Metode Sarang Tawon ala Pemkot Surabaya


Surabaya,gpriority-Guna mencegah penularan Covid-19 di wilayah perkampungan,Pemerintah Kota Surabaya menerapkan metode sarang tawon.

Metode yang dimaksud adalah, ketika ditemukan 1 orang positif di suatu wilayah, maka Pemkot langsung menggelar rapid test secara massal dilokasi tersebut.

Wakil Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Surabaya, Eddy Christijanto mengatakan, hingga saat ini Pemkot Surabaya telah menggelar rapid test massal di 4 wilayah perkampungan Surabaya, seperti Kedung Baruk, Manukan Kulon, Rungkut Lor dan Batang Gede.

“Ketika dilakukan rapid test dan reaktif, maka akan dilanjutkan dengan melakukan swab sekaligus dilakukan isolasi pada sebuah hotel yang telah disediakan Pemkot Surabaya hingga menunggu hasil swab,” jelas Eddy seperti dikutip salah satu stasiun radio swasta pada Rabu (13/5).

Dalam proses isolasi, Pemkot Surabaya akan menerjunkan jajaran Satpol PP, Linmas beserta petugas Dinas Kesehatan dan Kecamatan setempat untuk memotivasi dan mengajak mereka agar mau melakukan isolasi di hotel sehingga virus tidak menular kepada anggota keluarga ataupun tetangga di sekitar lokasi.

Eddy mengatakan, bila hasil swab negatif mereka akan dikembalikan ke rumah dan bila hasil swab positif akan dirawat di Rumah Sakit Surabaya.

Ia menambahkan bila virus ini hanya bisa diketahui secara pasti dengan melakukan swab, terlebih tidak semua orang yang terkena Covid-19 ini memiliki gejala seperti batuk, badan lemas dan sesak nafas sehingga Orang Tanpa Gejala atau OTG agar mengikuti kebijakan pemerintah untuk isolasi.

” Melalui metode sarang tawon ini, setidaknya ada 188 orang reaktif positif dan 310 orang negatif dari hasil rapid test yang dilakukan Pemkot Surabaya kemarin sore pada 2 kelurahan di Kali Rungkut yang diduga merupakan bagian dari klaster pabrik rokok Sampoerna. Selanjutnya, 49 orang akan dilakukan swab di Rumah Sakit Husada Utama dengan biaya dari Pemerintah Kota Surabaya,” ujar Eddy.

Metode sarang tawon yang diterapkan Pemkot Surabaya kemarin, berlangsung dengan aman dan terkendali. Rapid test tersebut dilakukan berdasarkan hasil kajian epidemiologi dari Dinkes Surabaya yang menyatakan bahwa daerah tersebut perlu dilakukan rapid test.(Hs)

Related posts