Momentum Kebangkitan Perekonomian Nasional Melalui Pameran Virtual Bisnis Perdana

Jakarta,Gpriority- Semakin meningginya kasus Covid-19 di Jakarta, membuat Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kembali menetapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) secara total mulai 14 September 2020. Dengan demikian, semua kegiatan yang mengumpulkan masa dilarang utuk digelar.

Menyikapi kebijakan ini, Dyandra Promosindo dan Asosiasi Franchise Indonesia (AFI) yang pada awalnya akan menggelar Indonesia Franchise, License and Business Concept Expo and Conference (IFRA) 2020 secara offline berganti menjadi pameran virtual. Meski digelar secara virtual, AFI dan Dyandra Promosindo yakin pameran ini bisa menjadi momentum kebangkitan perdagangan dan perekonomian nasional yang tengah terpuruk.

IFRA Virtual Expo 2020 akan diselenggarakan pada tanggal 18 – 20 September 2020 melalui IFRA Virtual Platform. Walau digelar secara virtual, pengunjung tetap dapat berinteraksi dengan peserta pameran melalui platform yang telah disediakan.

Di IFRA Virtual Expo 2020 pengunjung dapat mengakses dan melihat profil para peserta pameran secara mudah dan fleksibel baik melalui smartphone maupun laptop. Pengunjung yang tertarik untuk mencari informasi lebih lanjut dan transaksi bisnis dapat menjadwalkan one-on-one business matching. Para pengunjung juga dapat menyaksikan virtual business presentation dari para pelaku usaha mengenai lini bisnisnya. Tersedia lebih dari 60 peserta pameran dari berbagai ragam industri dan tingkat bisnis dari mikro, kecil, hingga menengah di IFRA Virtual Expo 2020.

Sementara itu bagi peserta pameran mendapatkan kelebihan dengan kemudahan dan fleksibilitas dalam mengakses virtual booth, jangkauan potential business target lebih luas, mendapat kesempatan berinteraksi dengan ribuan rekan bisnis potensi, serta mendapatkan dukungan teknologi secara professional. Bagi calon peserta pameran yang membuka virtual booth akan mendapatkan keuntungan fitur business matching, fitur live/private chat, slot untuk presentasi bisnis, product catalogueatau paket investasi, company profile, dan video display.

“Saya melihat bisnis waralaba dan lisensi ini masih diminati karena memiliki keunikan tersendiri yakni masih dapat bertahan hidup di masa pandemi. Oleh karena itu di IFRA Virtual Expo 2020 saya yakin semua stakeholders dapat bertemu semuanya sehingga bisa mendorong masyarakat untuk memulai atau mengembangkan bisnis mereka meskipun di tengah keterbatasan. Situasi yang kurang ideal ini tentunya memaksa pelaku usaha untuk beradaptasi. Inilah yang kami coba terapkan di IFRA dan industri waralaba dan lisensi pada umumnya, salah satunya dengan shifting dari offline ke online,” jelas Anang Sukandar, Ketua Umum AFI.

Untuk acaranya sendiri, Anang menjelaskan ada, virtual business matching, virtual celebpreneur talkshow, interactive quiz, lucky draw, stage performance, virtual retirees’ seminar, dan IFRA Awards. IFRA Virtual Expo dapat diakses dengan HTM sebesar Rp 20.000,- untuk satu hari dan Rp 50.000,- untuk tiga hari. Pengunjung yang ingin melakukan registrasi dapat mengisi form di https://www.ifra-indonesia.com/visitors/registration. Pengunjung yang sudah melakukan registrasi dan pembayaran akan mendapatkan tautan untuk mengakses IFRA Virtual Platform.

“Kami selaku penyelenggara dengan bangga akan menghadirkan IFRA Virtual Expo 2020 yang merupakan pameran perdana kami yang dilaksanakan secara virtual. Meskipun ini perdana tapi kami tetap mempersiapkannya dengan maksimal dan berusaha memberikan yang terbaik. Kami berharap IFRA Virtual Expo 2020 akan memberikan pengalaman yang baru dan berbeda bagi pengunjung dan peserta pameran. Kemudian dengan adanya pameran virtual ini jarak dan tempat tidak lagi menjadi penghalang sehingga diharapkan pelaku usaha dari luar negeri dapat juga berkunjung ke pameran ini dan mendorong pelaku usaha lokal untuk dapat menembus pasar global,” terang Hendra Noor Saleh, Presiden Direktur Dyandra Promosindo.

IFRA Virtual Expo 2020 seperti dijelaskan Ko Hen tetap mendapatkan dukungan dari pemerintah yakni Kementerian Perdagangan Republik Indonesia. Bentuk dukungan yang mereka berikan adalah 35 virtual booth bagi UMKM binaan. Selain dari Kementerian Perdagangan, Kementerian Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah serta Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif juga menyatakan dukungannya. Selain membuka booth virtual, para pejabat di dua kementerian tersebut juga akan menjadi pembicara di Online Conference IFRA.Selain kementerian, IFRA juga bekerja sama dengan asosiasi-asosiasi franchise mancanegara untuk menjembatani antar pelaku usaha luar dan dalam negeri untuk bisa bekerjasama dalam bisnis waralaba lintas negara.

“Event ini kami harapkan dapat menjadi wadah bagi calon pelaku usaha maupun pelaku usaha untuk mengembangkan bisnis mereka. IFRA Virtual Expo 2020 tidak hanya menyediakan profil bisnis tapi juga wawasan dan pengetahuan yang informatif tentang bisnis yang dapat menjadi bahan pembelajaran bersama. Kami kira ini kesempatan yang perlu dimanfaatkan untuk mencari peluang usaha post-pandemic. Ditambah dengan dukungan dan kehadiran pemerintah dalam event ini yang merupakan wujud sinergi bersama untuk membantu pemulihan ekonomi nasional,” tutur Susanty Widjaya, CFE., Ketua Umum ASENSI (Asosiasi Lisensi Indonesia).

Untuk info lebih lanjut mengenai IFRA Virtual Expo 2020 dapat dilihat pada Instagram @ifra_expo dan situs www.ifra-indonesia.com. IFRA Virtual Expo 2020 juga terbuka bagi media yang ingin mengakses dan melihat mengenai pameran virtual dengan melakukan pendaftaran di https://www.ifra-indonesia.com/media/media-registration. (Hs)

Related posts