Pemerintah Tetapkan Penyembelihan Hewan Kurban Sehari Setelah Sholat Idul Adha

Pemerintah menetapkan pelaksanaan Sholat Idul Adha yang jatuh pada 20 Juli mendatang untuk daerah yang masuk pada Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di tiadakan. Sementara untuk daerah zona hijau dan kuning atau daerah dinyatakan aman oleh pemerintah atau Satuan Tugas Covid-19 dari Covid-19 bisa melaksanakan Sholat Idul Adha dengan ketentuan 50% dari jumlah kapasitas yang ada dan harus sesuai dengan protocol kesehatan ketat yang ada.

Hal ini diatur dalam Surat Edaran (SE) Menteri Agama Nomor 17 Tahun 2021 tentang Peniadaan Sementara Peribadatan di Tempat Ibadah, Takbiran, Salat Idul Adha, dan Petunjuk Teknis Pelaksanaan Qurban 1442 H di wilayah PPKM Darurat. “Dengan pedoman Surat Edaran Menteri Agama ini adalah upaya pemerintah untuk melindungi masyarakat dari bahaya Covid-19, bukan membatasi kegiatan ibadah masyarakat,” ujar Staf Khusus Menteri Agama RI bidang Kerukunan Umat Beragama Ishfah Abidal Aziz dalam CNN Dialog Produktif Rabu Utama yang digelar secara virtual, Rabu (14/7/2021).

Untuk mengurangi kerumunan pada pelaksanaan penyembelihan Kurban. Penyembelihan kurban dimulai sehari setelah sholat idul adha. Pemerintah menghimbau proses penyembelihan dilakukan secara mandiri dengan protokol kesehatan dengan tidak melibatkan banyak orang, cukup dengan saksi dari pihak kurban.

“Kita mengimbau kepada masyarakat agar penyembelihan hewan kurban itu dapat dilaksanakan di rumah potong hewan ruminansia, akan tetapi jika tidak tersedia atau kapasitas RTHRnya penuh bisa dilaksanakan secara mandiri oleh masyarakat dengan menjalankan protocol Kesehatan secara ketat,” kata Ishfaf.

Sementara proses pendistribusian daging kurban akan distribusikan langsung kerumah masing-masing bukan lagi menggunakan metode pembagian kupon.(Sof.Foto.Humas Kemenag)

Related posts